Sabtu, 1 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

China Danai Proyek PLTU Cilacap Ekspansi

Rabu, 3 April 2013 | 16:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — China Development Bank Corporation (CDB) dan PT Sumber Segara Primadaya menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman pada Rabu (3/4/2013). Hal ini terkait dengan pendanaan proyek pengembangan listrik swasta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap ekspansi kapasitas  1x614 megawatt (MW).

Sebagaimana diketahui, PT Sumber Segara Primadaya merupakan pengembang IPP PLTU Cilacap 2x281 MW yang sudah memasok dan menjual listrik ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak 2006 hingga saat ini. Acara penandatanganan itu dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jian Chao, Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji dan para dewan komisaris, dewan direksi CDB PT S2P, SSP Group, serta PT PJB.

Menurut Direktur Utama PT Sumber Segara Primadaya M Rasul, pihaknya akan membangun PLTU Cilacap Ekspansi bersebelahan dengan PLTU Cilacap yang saat ini beroperasi di Desa Karang Kandri, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Listrik yang dihasilkan akan disalurkan ke sistem kelistrikan Jawa-Bali melalui jaringan transmisi 500 kilovolt (saluran udara tegangan ekstra tinggi) sepanjang 2 kilometer ke GITET yang akan dibangun oleh PLN.

Dalam mengembangkan proyek ekspansi ini, sebagaimana proyek sebelumnya, PT S2P tidak mensyaratkan adanya jaminan dari pemerintah. Pendanaan proyek CDB, selain dari ekuitas PT S2P sendiri, diperoleh dari pinjaman proyek pendanaan sebesar 700 juta dollar AS dan dapat diharapkan pendanaan modal kerja akan didukung Bank Rakyat Indonesia. "Kami menargetkan konstruksi proyek akan dimulai dalam bulan ini," ujarnya.

Konstruksi PLTU Cilacap Ekspansi diperkirakan memakan waktu 36 bulan dan dijadwalkan akan mulai beroperasi secara komersial pada 2016. Pembangkit ini akan memasok energi listrik ke sistem Jawa-Bali sebesar 4.300 Giga Watt hour (GWh) per tahun.

Untuk proyek ini sesuai proposalnya, PT S2P akan memasang mesin atau peralatan utama buatan China dengan teknologi yang lebih efisien dan diklaim lebih ramah lingkungan dibandingkan pembangkit yang beroperasi, dengan memakai boiler superkritikal dan flue gas desulphurization (FGD).

Peralatan utama pembangkit akan menggunakan boiler dari pabrikan Dongdang Electrik dan turbin dari pabrikan Shanghai Electric. Sedangkan balance of plant dari proyek itu akan memasang peralatan dengan mesin atau peralatan buatan dalam negeri, Eropa dan Amerika.

 


Penulis: Evy Rachmawati
Editor : Rusdi Amral