Jumat, 19 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Inflasi Meroket, Ini Tanggapan Bos BI

Jumat, 5 April 2013 | 16:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa inflasi selama tiga bulan pertama di 2013 memang lebih tinggi dari perkiraan semula. Bahkan untuk inflasi Maret 2013 sudah melebihi batas atas target bank sentral.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen. Namun secara tahunan, inflasi sudah 5,9 persen, melebihi batas target inflasi dari bank sentral 5,5 persen.

"Memang inflasi kali ini lebih tinggi dari target kita sendiri. Namun jangan lupa, inflasi ini bisa naik dan bisa turun," kata Darmin saat ditemui di kantor BI Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Darmin mengaku, sebetulnya inflasi pada Februari dan Maret ini merupakan sesuatu yang tidak perlu terjadi. Sebab, sebut  Darmin,  inflasi inti Maret 2013 tetap terjaga sebesar 1,2 persen. Bahkan, kata Darmin, sebenarnya inflasi Februari dan Maret 2013 ini berjalan normal. Apalagi bila tiga komoditas terbesar yang mengontribusikan inflasi di Maret 2013 ini dikeluarkan, yaitu bawang putih, bawang merah dan cabai.

"Sehingga bila aturan mengenai impor sudah dipersiapkan pelaksanaannya sejak awal, maka semestinya inflasi yang meroket ini tidak perlu terjadi," tambahnya.

Terkait inflasi yang tinggi ini, bank sentral telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk bisa menekannya, khususnya menjaga pasokan komoditas agar harganya tidak melambung, terutama dari bawang merah, bawang putih dan cabai.

Meski inflasi sudah menembus batas atas, bank sentral belum akan menaikkan level suku bunga acuan BI (BI rate) untuk saat ini. Sebab untuk bisa menaikkan BI rate maka bank sentral memerlukan data makro yang lebih banyak untuk bisa mendukung kenaikan BI rate tersebut.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena