Rabu, 27 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

BRI Bagi Dividen Rp 5,55 Triliun, Terbesar di Perbankan

Kamis, 11 April 2013 | 08:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan imbal hasil menarik bagi pemegang saham. Hal tersebut menyusul kinerja perseroan yang terus meningkat sejak 2005 lalu. BRI juga memosisikan diri sebagai bank paling menguntungkan secara nasional. Oleh sebab itu, tahun ini BRI akan membagi dividen sebesar Rp 5.556.284.926.148.

”Sesuai dengan keputusan RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) BRI Tahun 2013 yang dilaksanakan belum lama ini, menetapkan dividend pay-out ratio (rasio pembayaran dividen) sebesar 30 persen, meningkat dari persentase yang ditetapkan tahun lalu,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Ali mengatakan, laba bersih BRI tahun buku 2012 sebesar Rp 18.520.949.753.828,10. ”Sebesar Rp 5.556.284.926.148 dibagikan sebagai dividen, atau sama dengan Rp 225,2320 per lembar saham,” ujar Ali.

Dia mengatakan, pembayaran dividen akan dilakukan secara tunai pada tanggal 15 April 2013 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan atau pemilik saham perseroan pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia per tanggal 1 April 2013.

Ali mengatakan, nilai dividen yang dibagikan dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun 2010 nilai dividen Rp 93,01 per lembar saham, kemudian meningkat sebesar 31,5 persen menjadi Rp 112,28 per lembar saham tahun 2011. Tahun ini meningkat sebesar 84,2 persen menjadi Rp 225,232 per lembar saham. ”Hal ini merupakan komitmen BRI kepada pemegang saham untuk memberikan imbal hasil yang menguntungkan,” ujar Ali. Pembagian dividen dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Misalnya, tingkat kesehatan keuangan perseroan dan kebutuhan dana perseroan untuk melakukan ekspansi usaha.

RUPST BRI 2013 juga telah menetapkan penggunaan laba bersih BRI tahun buku 2012 untuk cadangan, guna mendukung investasi sebesar 14 persen atau Rp 2.592.932.965.535. Dengan demikian sisa laba bersih 2012 sebesar 56 persen atau Rp 10.371.862.145,10 akan memperkuat laba ditahan BRI. (*/PPG)

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: