Rabu, 1 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Infrastruktur

Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa Masih Terhambat

Kamis, 11 April 2013 | 20:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah membangun jalan tol Trans Jawa hingga saat ini masih terhambat masalah pembebasan lahan.

Dari total luas tol yang direncanakan, hanya 51,4 persen tanah yang telah dibebaskan. Adapun kompensasi biaya baru dibayarkan 55,83 persen dari total biaya tanah. Tol Trans Jawa yang akan dibangun sepanjang 619,33 Km ini memiliki luas sekitar 5.150,53 hektar.

Dari luas kesluruhan baru sekitar 2.647,19 hektar yang sudah berhasil dibebaslahankan. Adapun estimasi biaya tanah keselurahan mencapai Rp 7.239,28 miliar, sedangkan biaya yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk biaya kompensasi pembebasan lahan telah mencapai Rp 4.041,97 miliar.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum Danis H Sumadilaga mengungkapkan, pembangunan infrastruktur jalan tol ini sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kebutuhan ekonomi.

"Sayangnya hal itu kerap terhambat masalah pembebasan lahan yang akan digunakan untuk jalan tol, padahal pembangunan ini juga tujuannya untuk pertumbuhan ekonomi," ujar Danis dihadapan para wartawan yang hadir dalam forum diskusi di Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Hal senada juga diungkapkan Kasubdit Pengadaan Tanah Achmad Herry Marzuki yang mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan pembebasan beberapa tanah untuk sembilan ruas tol dari Cikopo hingga Surabaya.

Adapun sembilan ruas tersebut adalah Cikopo-Palimanan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Mantingan, Mantingan-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya. 


Penulis: Angger Andreas
Editor : Robert Adhi Ksp