Rabu, 23 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Jero: Harga BBM Dinaikkan, Negara Hemat Rp 21 Triliun

Selasa, 16 April 2013 | 15:28 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, potensi penghematan anggaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) akan mencapai Rp 21 triliun. Hal itu dilakukan bila harga BBM untuk mobil pribadi dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter.

"Tadi Wakil Menteri Keuangan bilang, penghematannya sekitar Rp 21 triliun kalau dengan harga Rp 6.500 per liter," kata Jero selepas Rapat Koordinasi tentang BBM Bersubsidi di Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Jero pun juga merasa senang karena dengan penawaran menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mobil pribadi diterima oleh gubernur atau bupati seluruh Indonesia. Bahkan, Jero juga merasa kaget ada salah satu gubernur yang mengusulkan agar kenaikan harga BBM bersubsidi ini hanya satu harga saja, yaitu dinaikkan semua menjadi Rp 9.500 per liter.

Namun, dari kesepakatan antargubernur di dalam rapat koordinasi itu, semua mengusulkan agar harga BBM bersubsidi hanya dinaikkan bagi pemilik mobil pribadi dari semula Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter. Sementara bagi pemilik kendaraan roda dua dan angkutan umum, harganya tetap Rp 4.500 per liter.

"Namun, Presiden belum mengambil keputusan. Kami mau mendengar dulu pendapat dari para gubernur," tambahnya.

Yang paling penting, kata Jero, pemerintah ingin memastikan bahwa implementasi di lapangan berjalan lancar dan maksimal.

Nantinya akan ditentukan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi oleh Pertamina, melibatkan BPH Migas, SKK Migas hingga Kapolri. Ini semua dilibatkan khususnya menangani keamanan distribusi BBM bila keputusan sudah resmi diambil.

Ikuti artikel terkait di Topik Subsidi BBM untuk Orang Kaya?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena