Senin, 21 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Harga BBM Naik, Industri Masih Aman

Selasa, 30 April 2013 | 14:34 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengganggu industri, khususnya sepeda motor dan mobil. Sampai saat ini, industri dipastikan aman dari dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, industri otomotif masih dapat mengelola biaya produksi dari dampak rencana kenaikan harga BBM tersebut.

"Kalau harga BBM bersubsidi naik sekitar Rp 6.500 per liter, dampak ke industri masih kecil dari biaya produksinya, masih managable," kata Hidayat saat ditemui seusai Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Hotel Bidakara, Selasa (30/4/2013).

Hidayat menambahkan, rencana kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan juga tidak akan mengganggu industri usaha kecil dan menengah (UKM). Sebab, besaran kenaikan harga BBM tersebut dinilai belum signifikan. Namun, kata Hidayat, pemerintah mengantisipasi bahwa rencana kenaikan harga BBM ini justru akan menyebabkan kenaikan harga bahan-bahan pokok serta harga barang lainnya.

"Yang ditakutkan adalah harga (barang) naik sebagai imbas psikologis kenaikan harga BBM," tambahnya.

Namun, lanjut Hidayat, sebenarnya kenaikan harga BBM ini ke depan juga diperkirakan akan turun kembali. Hal ini akan sesuai dengan penawaran dan permintaan harga minyak dunia.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Subsidi BBM untuk Orang Kaya?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena