Kamis, 2 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Neraca Keuangan BI Akhirnya Surplus

Selasa, 30 April 2013 | 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) mencatat, neraca keuangan bank sentral hingga akhir 2012 mulai surplus. Padahal, pada tahun sebelumnya neraca keuangan bank sentral masih defisit.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menjelaskan, sepanjang tahun 2012 bank sentral membukukan surplus keuangan sebesar Rp 5,8 triliun setelah pada tahun sebelumnya mengalami defisit keuangan sebesar Rp 25,1 triliun.

Surplus tersebut terutama disebabkan oleh penurunan secara signifikan beban operasi moneter pada tahun 2012, yaitu menjadi sebesar Rp 19 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 30,4 triliun.

"Besarnya penurunan beban operasi moneter di tahun 2012 terutama disebabkan oleh meningkatnya porsi penyerapan ekses likuiditas rupiah melalui operasi moneter valas (sterilisasi valas) dan penurunan suku bunga BI Rate," kata Halim dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Halim menambahkan, posisi aset per 31 Desember 2012 sebesar Rp 1.519,5 triliun atau naik sebesar 10,77 persen dibandingkan tahun 2011. Sementara posisi dana yang tersimpan dalam instrumen-instrumen Operasi Pasar Terbuka (OPT) Bank Indonesia menurun dari Rp 403,35 triliun pada akhir 2011 menjadi Rp 344,57 triliun pada akhir 2012.

"Sementara itu, kisaran BI Rate di tahun 2012 adalah 5,75 persen - 6,00 persen, sedangkan di tahun 2011 adalah 6,00 persen - 6,75 persen," tambahnya.

Di sisi lain, hari ini bank sentral juga telah melaksanakan egiatan penyerahan Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia (LKTBI 2012). Dalam penyerahan LKTBI 2012 ini, pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dipimpin oleh Taufiequrachman Ruki (Anggota II BPK) dan I Gede Kastawa (Plt Auditor Utama Keuangan Negara II). Sementara dari pihak Bank Indonesia dipimpin oleh Halim Alamsyah (Deputi Gubernur) dan Perry Warjiyo (Deputi Gubernur).

Pemeriksaan terhadap LKTBI tahun 2012 dimulai pada 4 Februari 2013 dan tepat pada hari ini, Selasa, 30 April 2013, BPK menyerahkan hasil pemeriksaan atas laporan tersebut. BPK  memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap LKTBI tahun 2012.

"Hal ini berarti bahwa untuk 10 kali berturut-turut sejak 2003, BI selalu memperoleh opini WTP yang merupakan opini terbaik untuk sebuah laporan keuangan. Pencapaian tersebut sekaligus membuktikan komitmen BI untuk senantiasa mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel," jelasnya.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena