Senin, 24 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Karyawan Katering Mogok, Pelayanan 100 Penerbangan Terganggu

Rabu, 1 Mei 2013 | 07:52 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Aksi mogok karyawan PT Aerowisata Catering Service, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, yang berlangsung sejak Senin (29/4) malam hingga Selasa siang, mengakibatkan terganggunya pelayanan 100 penerbangan dari 28 maskapai.

PT Aerowisata Catering Service (ACS) merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia. Dalam sehari, PT ACS menyediakan sekitar 35.000 paket makanan.

Akibat aksi ini, penumpang dari 40 penerbangan maskapai Garuda Indonesia Airlines dan sejumlah maskapai asing, sejak dini hari hingga pukul 12.00, tak mendapatkan paket makanan.

Soelastri, penumpang Garuda Indonesia Airlines jurusan Jakarta-Malang dengan penerbangan pukul 11.00, membenarkan hal itu. ”Penumpang diberi air minum dan uang kompensasi,” katanya.

Sementara itu, paket makanan bagi penumpang dari 60 penerbangan selanjutnya, sejak siang hingga malam, disediakan maskapai masing-masing.

Hilangkan hak karyawan

Dalam tuntutannya, karyawan PT ACS menuntut manajemen agar segera mengembalikan hak mereka yang hilang beberapa tahun terakhir ini.

Ketua Serikat Karyawan Sejahtera Paridjo mengatakan, karyawan mendesak manajemen mengembalikan tunjangan masa kerja (TMK) Rp 150.000. Mereka juga menuntut perusahaan mengembalikan pembayaran gaji sebanyak 18 kali setiap tahun dan menetapkan tunjangan transportasi Rp 1 juta per bulan.

”Sembilan tahun ini semua itu dihapuskan. Gaji 18 kali menjadi 14 kali setiap tahun. Uang TMK dan tunjangan transportasi juga dihapuskan,” kata Paridjo.

Menurut dia, keluhan karyawan itu sudah berkali-kali disampaikan, tetapi tidak pernah direspons. ”Kesabaran kami sudah habis, maka kami melakukan aksi mogok sekarang,” ujar Paridjo.

Tuntutan lain adalah mengembalikan sistem penggajian pada sistem sebelumnya, yaitu menetapkan komponen upah karyawan, yang terdiri dari gaji pokok dan sejumlah tunjangan yang bersifat total. Sistem penggajian bukan lagi seperti yang dilakukan manajemen mulai tahun 2013. Upah karyawan dibagi dua, gaji dasar pensiun dan nonpensiun, yang sulit dipahami karyawan.

Presiden Direktur PT Aerofood Indonesia Bendady Pramono, anak perusahaan PT ACS, berharap karyawan bisa kembali bekerja. Persoalan karyawan akan dibahas dalam perjanjian kerja bersama.

”Ini masih dalam proses dan butuh waktu. Hanya saja karyawan tidak sabar, mau secepatnya diputuskan,” ucapnya.

Dia pun berterima kasih kepada pihak maskapai penerbangan yang merespons masalah ini dengan baik.

Garuda beri kompensasi

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto mengakui bahwa perusahaannya terkena dampak dari pemogokan karyawan PT ACS. Akibatnya, penumpang di beberapa penerbangan Garuda Indonesia, yang berangkat pada pagi hari, tidak mendapatkan layanan makanan.

PT Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekurangnyamanan itu karena ketidaktersediaan makanan selama penerbangan, khususnya sejumlah penerbangan pada pagi hari.

Berkaitan dengan hal tersebut, Garuda Indonesia memberikan kompensasi kepada penumpang sebesar Rp 150.000 untuk penumpang kelas eksekutif dan Rp 100.000 untuk penumpang kelas ekonomi pada penerbangan jarak pendek (di bawah 2 jam).

Untuk penerbangan di atas 2 jam, Garuda Indonesia memberikan kompensasi Rp 300.000 (kelas eksekutif) dan Rp 200.000 (kelas ekonomi).

Sementara itu, Audrey P Petriny, Communications Manager AirAsia Indonesia, mengatakan, pemogokan karyawan PT ACS berdampak pada lima penerbangan AirAsia di pagi hari. Kelima penerbangan itu menuju Kuala Lumpur, Singapura, Denpasar, Semarang, dan Yogyakarta.

”Kami memang tidak menyediakan makanan bagi penumpang kecuali yang telah memesan makanan saat pembelian tiket,” kata Audrey.

Seorang meninggal

Sebuah insiden juga terjadi dalam aksi mogok ini. Seorang karyawan, Zul Bachrum (49), meninggal, diduga akibat serangan jantung.

Zul, yang duduk di halaman parkir bersama rekannya, mendadak sesak napas. Tiga rekannya ikut masuk ke klinik kantor untuk menemani Zul mendapatkan pertolongan pertama. Kemudian, sejumlah rekannya membawa Zul ke RSUD Tangerang. Namun, dalam perjalanan, Zul mengembuskan napas terakhir.

”Zul ikut aksi mogok kerja dari pukul 08.00,” kata rekan kerjanya, Ujang Sobari. (PIN/ARN)

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: