Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun

Kamis, 2 Mei 2013 | 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga rata-rata minyak mentah Indonesia, menurut penghitungan formula harga minyak mentah Indonesia (ICP), April 2013 mencapai 100,19 dollar AS per barrel. Hal ini berarti turun 7,23 dollar AS per barrel dibandingkan dengan Maret 2013 yang sebesar 107,42 dollar AS per barrel.

Penurunan harga minyak itu seiring perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional. Menurut tim harga minyak Indonesia, dalam situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kamis (2/5/2013), di Jakarta, penurunan harga minyak mentah Indonesia itu dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

Hal ini diindikasikan penurunan produk domestik bruto (PDB) China 0,2 persen menjadi 7,7 persen, triwulan pertama 2013, dibanding PDB pada triwulan keempat 2012. Pertumbuhan perekonomian zona Eropa di 2013 diperkirakan turun 0,3 persen dan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2013 turun 0,2 persen menjadi 3,3 persen dibandingkan dengan laporan Januari 2013.

Badan Energi Internasional (IEA), Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan Pusat Studi Energi Global (CGES) dalam publikasinya pada April 2013 melaporkan adanya kenaikan pasokan minyak mentah dunia pada Maret 2013 berkisar 600.000-900.000 barrel per hari akibat peningkatan produksi dari Amerika Utara, Sudan, dan Yaman.

Publikasi IEA, OPEC, dan CGES memproyeksikan, penurunan permintaan minyak mentah dunia 2013 berkisar 0,46-0,8 juta barrel per hari akibat melemahnya perekonomian dunia dan berakhirnya musim dingin di belahan bumi utara.

Badan Informasi Energi Amerika Serikat melaporkan, peningkatan stok middle distillate Amerika Serikat 2,2 juta barrel menjadi 115,2 juta barrel dibandingkan stok Maret 2013.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah lebih besar. Selain disebabkan faktor-faktor di pasar internasional, juga dipengaruhi tingginya stok minyak mentah di Jepang dan turunnya permintaan minyak mentah dari Jepang dan China. 


Penulis: Evy Rachmawati
Editor : Robert Adhi Ksp