Kamis, 27 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Rating S&P

Peringkat Utang Indonesia Turun, Ini Tanggapan Menkeu

Kamis, 2 Mei 2013 | 19:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah angkat bicara soal peringkat utang Indonesia yang turun dari posisi 'BBB-" positive outlook ke posisi 'BB+' stable outlook oleh lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P).

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Keuangan Hatta Rajasa menyatakan bahwa pemerintah menyadaripenurunan peringkat utang itu terkait dengan kebijakan soal subsidi BBM.

"Ini memang jelas dikatakan bahwa bagaimana sikap kita terhadap bahan bakar minyak (BBM). Itu alasan utamanya. Padahal sudah sangat jelas sikap kita terhadap subsidi BBM ini," kata Hatta saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Hatta meminta agar media tidak membesar-besarkan masalah ini, khususnya soal BBM bersubsidi tidak dikaitkan dengan kondisi perpolitikan di Indonesia. "Ini soal BBM murni, tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Ini memang kita ingin menyehatkan perekonomian dan perlakukan subsidi yang lebih adil serta memberi perlindungan bagi masyarakat yang tidak mampu," tambahnya.

Dengan kondisi penurunan peringkat utang tersebut, Hatta berharap bahwa hal ini bisa menjadi pertanda bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki khususnya dalam hal fiskal. "Jadi tidak ada hal lain. Soalnya hal lain seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih membaik dan mari dijaga iklim investasi yang baik ini," tambahnya.

Seperti diberitakan, S&P memangkas peringkat utang Indonesia ke stable outlook dari sebelumnya positive outlook, lantaran Indonesia tidak tanggap dalam memanfaatkan momentum ekonomi, yang dalam hal ini menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Revisi peringkat menjadi stable outlook mencerminkan bahwa Indonesia menyia-nyiakan momentum untuk mendorong perekonomian yang lebih baik," tulis S&P.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Bambang Priyo Jatmiko