Minggu, 31 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Investor China Siap 'Guyur' Banten Rp 10 Triliun

Jumat, 3 Mei 2013 | 21:19 WIB

 

LEBAK, KOMPAS.com - Investor China akan membangun tahap pertama kawasan permukiman Kota Kekerabatan Maja di Kabupaten Lebak, Banten, dengan nilai investasi mencapai Rp10 triliun.

"Pembangunan permukiman Kota Kekerabatan Maja (KKM) direalisasikan tahun ini dengan melibatkan investor dari China," kata Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Yosep Muhammad Holis di Rangkasbitung, Jumat (3/5/2013).

Pembangunan permukiman di kawasan KKM diproyeksikan bisa menjadi penyangga wilayah DKI Jakarta, dan hal itu sangat mendesak untuk direalisasikan Selama ini, DKI Jakarta terus dilanda kemacetaan kendaraan, di samping menghadapi bencana banjir tahunan.

Keberadaan KKM diharapkan bisa menjadi kota alternatif, sehingga penduduk tidak terkonsentrasi ke Jakarta. Saat ini master plan Kota Kekerabatan Maja telah disusun dengan melibatkan berbagai kementerian terkait, termasuk infrastruktur penunjangnya berupa kereta rel listrik rute Maja-Serpong-Jakarta.

"Saya kira dengan beroperasinya KRL ini menjadi tahap awal pembentukan kawasan Kota Kekeraban Maja," katanya.

Investasi pengembangan KKM cukup besar dan diperkirakan membutuhkan dana investasi Rp150 triliun. Sejauh ini perusahaan China yang telah menyatakan minatnya menanamkan modal di KKM adalah Metallurgical Corporation of China Ltd (MCC) yang berkantor pusat di Beijing. Bahkan, perusahaan tersebut siap memberikan pinjaman dana lunak senilai US$ 115 juta untuk pembangunan daerah segi emas itu.

Perusahaan China tersebut bergerak dalam bidang rekayasa dan kontruksi, peralatan manufaktur, pengembangan sumber daya serta bisnis pembanguan properti.

 


Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber: