Rabu, 20 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Dulu Wanita Gila Belanja, Sekarang?

Selasa, 7 Mei 2013 | 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perilaku masyarakat untuk berbelanja selalu berubah. Sejak zaman dahulu wanita selalu identik dengan berbelanja. Tetapi, kalau sekarang?

Chief Executive Officer Kompas Gramedia Group Agung Adiprasetyo mengatakan, fenomena berbelanja di masyarakat ini kian menarik. Berbelanja kini tidak harus dilakukan oleh wanita, tetapi juga pria dan anak-anak.

"Fenomena lain yang harus dicermati ini seperti kemayu tidak selalu dilakukan oleh perempuan, tapi sekarang laki-laki juga. Soal belanja juga, zaman dulu wanita gila belanja, sekarang belum tentu," kata Agung saat memberikan sambutan Indonesia's Hottest Insight 2013 di The Hall Senayan City Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Agung menambahkan, perubahan pola konsumen masyarakat Indonesia ini dibidik melalui survei independen, yaitu IPSOS serta bekerja sama dengan Gramedia Majalah. Survei ini membantu para pelaku bisnis memahami pasar secara lebih baik. Berbeda dengan lembaga survei lain yang lebih kuantitatif, hasil survei ini lebih mengacu ke perubahan mengonsumsi produk atau jasa yang dilakukan oleh anak, pria, dan dewasa. "Harapannya, survei ini bisa dipakai klien secara kualitatif," tambahnya.

Di sisi lain, hasil survei ini menangkap perubahan besar mengenai bagaimana masyarakat membangun sebuah merek (brand) dan bagaimana sebuah merek bisa berinteraksi dengan target pasar ke depannya.

Ajang Indonesia's Hottest Insight (IHI) ini sudah kedua kali diselenggarakan di DKI Jakarta. Megasurvei ini dilakukan oleh Gramedia Majalah yang melibatkan 9.000 pembaca yang terdiri dari 3.000 pembaca anak, 3.000 pembaca wanita, dan 3.000 pembaca pria.

Responden diambil dari sembilan kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, Denpasar, dan Makassar. Group Advertising Sales and Marketing Director Gramedia Majalah Bobby Christoffer menambahkan, hasil riset ini dilakukan sebelum dan sesudah mengonsumsi sebuah produk atau jasa.

Dengan demikian, akan bisa dilihat perilaku konsumen baik pada anak, pria, maupun wanita. Survei ini dilakukan pada responden dengan usia 13-50 tahun dari Social Economic Status C1, B, hingga A+. Sementara untuk kategori anak memiliki rentang usia kelas I SD hingga VI SD.

"Mereka semua ini (responden) merupakan pengguna aktif di semua media, baik media elektronik maupun media cetak," tambahnya.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Bambang Priyo Jatmiko