Minggu, 20 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Negara G7 Masih Tolerir Pelemahan Yen

Senin, 13 Mei 2013 | 07:49 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Negara-negara industri yang tergabung dalam kelompok G7 terus memonitor pelemahan yen yang sudah menembus 100 per dollar AS per yen. G7 masih menolerir pelemahan tersebut sebagai upaya mendorong ekonomi Jepang keluar dari deflasi panjang.

Mata uang yen terus melemah mencapai 101,8 per dollar AD atau 15 persen dari awal tahun ini per akhir pekan lalu.

Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, Bank of Japan masih akan menstimulus ekonomi jika belum terlihat perbaikan pada neraca transaksi berjalan.

Namun ekonomi Jepang yang berada dalam fase liquidity trap (ditunjukkan dengan suku bunga yang sangat rendah, 0 persen) masih akan sulit keluar dari deflasi menjadi inflasi 2 persen pada 2014. Stimulus ini lebih efektif untuk memperbaiki ekspor Jepang dibandingkan membawa inflasi.

"Pelemahan yen telah memicu perang mata uang di Asia yang bisa memicu inflasi pada regional Asia pada 2-3 tahun mendatang," kata Lana di Jakarta, Senin (13/5/2013). 


Penulis: Robertus Benny Dwi Koestanto
Editor : Robert Adhi Ksp