Jumat, 29 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Bulan Depan, Harga BBM Bersubsidi Naik

Rabu, 22 Mei 2013 | 17:09 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Juni mendatang. Hal ini akan segera mengurangi defisit neraca keuangan, khususnya untuk anggaran subsidi BBM.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi. Premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan solar naik Rp 1.000 menjadi Rp 5.500 per liter.

"Kami mengusulkan harga BBM naik per Juni 2013. Tanggal kepastiannya adalah hak prerogatif Presiden," kata Chatib di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Chatib berharap agar kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang saat ini defisit. Sebab, pemerintah kini mengubah target defisit keuangan negara dari hanya 1,65 persen menjadi 2,48 persen.

Besaran defisit tersebut lebih rendah dari prediksi pemerintah yang semula memprediksi defisit bisa mencapai 3,83 persen. Level ini merupakan defisit tertinggi jika kondisi global semakin memburuk dan berimbas ke perekonomian nasional.

Di sisi lain, saat pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, pemerintah mengalokasikan Rp 12,5 triliun untuk program penanggulangan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur dasar. "Dana tersebut terdiri dari program raskin Rp 4,3 triliun, beasiswa masyarakat miskin Rp 7,5 triliun, dan program keluarga harapan Rp 700 miliar. Ada juga program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) Rp 11,6 triliun," tambahnya.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati juga sepakat dengan Chatib. Pemerintah melaporkan harga BBM akan naik Juni 2013. "Tapi, ini masih menunggu persetujuan APBN Perubahan 2013 (khususnya soal kompensasi kenaikan harga BBM). Soal kepastian tanggalnya menunggu dari Presiden," tambah Anny.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Bambang Priyo Jatmiko