Kamis, 31 Juli 2014

News / Bisnis & Keuangan

Subsidi Listrik 2014 Dipatok Rp 81,97 Triliun-Rp 91,1 Triliun

Rabu, 5 Juni 2013 | 21:27 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi VII DPR akhirnya menyetujui usulan subsidi listrik berjalan sesuai yang tercantum dalam Tabel Parameter Subsidi Listrik RAPBN 2014. Dengan demikian, besaran subsidi listrik yang akan diberikan melalui PLN pada tahun depan dari Rp 81,97 triliun sampai Rp 91,10 triliun.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jarman menjelaskan, subsidi listrik yang dibutuhkan memang akan meningkat lagi dari Rp 87,24 triliun dalam APBN-P 2013 menjadi Rp 81,97 triliun-Rp 91,10 triliun dalam RAPBN 2014. Kondisi ini disebabkan meningkatnya biaya pokok produksi (BPP) akibat kenaikan ICP dan kurs/nilai tukar rupiah.

Dalam RAPBN 2014, Kementerian ESDM memperkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 6,4 persen dan 6,9 persen. Nilai tukar rupiah diprediksi berada pada kisaran Rp 9.600-Rp 9.800 per dollar AS. Adapun harga minyak dunia atau ICP diperkirakan berada pada 100 dollar AS-115 dollar AS barrel.

"Jika ICP sebesar 100 dollar AS per barrel dan kurs sebesar Rp 9.600 per dollar AS, maka BPP menjadi Rp 1.174 per kWh. Namun jika ICP sebesar 115 dollar AS per barrel dan kurs sebesar Rp 9.800 per dollar AS, maka BPP menjadi Rp 1.220 per kWh," kata Jarman.

Jarman menjelaskan bahwa besaran subsidi listrik yang dibutuhkan jika kurs Rp 9.600 per dollar AS dan ICP 100 dollar AS per barrel adalah Rp 81,97 triliun. Namun jika kurs Rp 9.800 per dollar AS dan ICP 115 dollar AS per barrel, maka besar subsidi listrik yang dibutuhkan adalah Rp 91,10 triliun.

Usulan pemerintah ini diterima sebagian besar anggota Komisi VII DPR RI. Oleh karena tak ada penolakan, Achmad Farial, Wakil Ketua Komisi VII, mengetok palu. Hasil RDP akan segera dibawa untuk rapat kerja dengan Menteri ESDM Jero Wacik yang akan dilaksanakan secepatnya. (Adhitya Himawan/Kontan)

 


Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber: