Kamis, 23 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Per Akhir Mei 2013, Cadangan Devisa Indonesia 105,15 M Dollar AS

Rabu, 12 Juni 2013 | 05:49 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Cadangan devisa Indonesia per 31 Mei 2013 tercatat 105,15 miliar dollar AS atau turun 2,12 miliar dollar AS dibanding posisi per 30 April 2013 sebesar 107,27 miliar dolar AS. Sementara itu, jumlah uang primer yang beredar per 31 Mei 2013 dinyatakan mencapai Rp 681,51 triliun.

Dalam laman resmi Bank Indonesia, Selasa (11/62013), dinyatakan penghitungan posisi cadangan devisa dilakukan berdasarkan konsep International Reserve and Foreign Currency Liquidity (IRFCL) atas dasar harga berlaku dengan Format Official Reserve Asset (ORA). Konsep IRFCL hanya mencakup aset yang tergolong likuid dan penilaiannya menggunakan kurs yang berlaku pada saat akhir periode laporan.

Laporan Perkembangan Moneter BI itu juga menyebutkan jumlah uang primer per 31 Mei 2013 sebesar Rp 681,51 triliun, naik dari posisi sebelumnya Rp 667,12 triliun per 30 April 2013. Dari jumlah itu, uang kertas dan uang logam yang diedarkan tercatat mencapai Rp 403,94 triliun, meningkat dari Rp 392,22 triliun per 30 April 2013. Sementara saldo giro bank di Bank Indonesia tercatat Rp 236,11 triliun per 31 Mei 2013, meningkat dari posisi Rp 234,06 triliun per 30 April 2013.

Cadangan devisa merupakan posisi bersih aktiva luar negeri pemerintah dan bank-bank devisa yang harus dipelihara untuk keperluan transaksi internasional. Devisa diperlukan untuk membiayai impor dan membayar utang luar negeri. Sebelumnya Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan penurunan cadangan devisa tersebut disebabkan untuk operasional moneter menyusul adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. "Cadangan devisa kita per akhir Mei sebesar 105 miliar dollar AS. Memang di awal tahun ini sempat 112 miliar dollar AS, tapi sekarang turun. Ini untuk operasi moneter," kata Agus.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: