Minggu, 23 November 2014

Ekonomi / Makro

Saat Pengumuman Harga Naik, Penjualan Premium Capai 98.600 Kiloliter

Minggu, 23 Juni 2013 | 19:57 WIB
Fabian Januarius Kuwado Antrean kendaraan brermotor terjadi di SPBU 31.103.03 Cikini , Jakarta Pusat. Warga mengantisipasi kenaikan BBM dengan membeli BBM pernuh.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) mencatat penjualan premium pada saat hari pengumuman kenaikan BBM atau Jumat (21/6/2013) mencapai 98.600 kiloliter atau 22,3 persen di atas harian normal sebesar 80.000 kiloliter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Minggu (23/6/2013) mengatakan, volume penjualan tersebut lebih rendah dari rata-rata lima hari menjelang kenaikan atau periode Minggu (16/6/2013) hingga Kamis (20/6/2013) yang berada 23 persen di atas normal.

"Pada Selasa (18/6/2013), realisasi penyaluran sempat sekitar 100.000 kiloliter," katanya.

Untuk solar, menurut dia, realisasi penjualan lima hari sebelum penetapan kenaikan harga, konsumsi mencapai 50.000 kiloliter atau 16,3 persen di atas rata-rata penyaluran harian normal sekitar 43.000 kiloliter.

Khusus pada hari penetapan, Jumat (21/6/2013),  konsumsi solar hanya meningkat 13 persen.

Sementara, pada Selasa (18/6/2013), penjualan solar naik 11,6 persen dari 43.000 menjadi 48.000 per hari.

Ali juga menambahkan, pada Sabtu (22/6/2013) atau satu hari setelah pengumuman kenaikan, realisasi penyaluran premium bersubsidi ternyata masih  84.300 kiloliter atau lima persen di atas normal.

"Artinya, penjualan memang turun drastis dibandingkan saat hari pengumuman, namun konsumsi tetap tinggi meski sudah harga baru," ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Pertamina mencermati  permintaan BBM bersubsidi pascakenaikannya.

Pertamina juga tetap menjaga ketahanan stok BBM nasional pada level minimal 18 hari ke depan.

Sebelumnya, Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko sudah memperkirakan kenaikan permintaan premium saat hari pengumuman tidak lebih dari 100.000 kiloliter.

"Kenaikan penjualan tidak seperti saat menjelang Lebaran," katanya.

Pertamina telah mengantisipasi lonjakan permintaan BBM bersubsidi dengan menjaga stok minimal 18 hari, mengoperasikan depot 24 jam, penambahan stok di SPBU, penambahan armada tanki  pengangkut, dan menginstruksikan SPBU beroperasi hingga 24 jam. 

Editor : Erlangga Djumena
Sumber: Antara