Sabtu, 19 April 2014

Ekonomi / Makro

BPS: Jumlah Penduduk Miskin Turun

Senin, 1 Juli 2013 | 13:39 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Pengemis terlelap di pinggir jalan tak jauh dari pusat perbelanjaan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2013). Pemerintah merencanakan program kompensasi langsung dan tidak langsung untuk melindungi masyarakat miskin dalam menekan angka kemiskinan sebagai dampak dari rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada akhir Juni 2013. Angka kemiskinan tahun 2013 akan meningkat menjadi 11,85 persen-12,10 persen dari target yang disepakati pemerintah dan DPR pada APBN Tahun 2013 sebesar 9,5 persen-10,5 persen.


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin hingga Maret 2013 mengalami penurunan sebesar 0,52 juta orang dibanding September 2012. Penurunan jumlah penduduk miskin ini terjadi karena masyarakat Indonesia sudah mengalami peningkatan pendapatan.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, jumlah penduduk miskin hingga Maret 2012 mencapai 29,13 juta orang. Adapun pada September 2012 turun menjadi 28,59 juta orang, sementara pada Maret 2013 kembali turun menjadi 28,07 juta orang.

"Jumlah penduduk miskin ini sudah mengalami penurunan, meski tipis. Ini disebabkan karena pendapatan masyarakat sudah mulai meningkat," kata Suryamin saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Suryamin menambahkan, jumlah penduduk miskin hingga September 2012 untuk di perkotaan mencapai 10,51 juta orang, sementara di pedesaan mencapai 18,08 juta orang. Adapun jumlah penduduk miskin hingga Maret 2013 untuk di perkotaan sebesar 10,33 juta orang, sedangkan di pedesaan mencapai 17,74 juta orang.

"Oleh karenanya, perubahan jumlah penduduk miskin untuk di perkotaan menurun sekitar 180.000 orang, dan di pedesaan menurun 340.000 orang," tambahnya.

Suryamin menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Indonesia dari tahun ke tahun terus menurun. Sejak 2009 lalu, jumlah penduduk miskin masih sekitar 32,53 juta orang. Penurunan pun menjadi 31,02 juta orang (2010), menjadi 30,02 juta orang (Maret 2011), dan pada September 2011 sebesar 29,89 juta orang.

Dari wilayah, jumlah penduduk miskin masih banyak dikontribusikan dari wilayah Maluku dan Papua (23,97 persen), Bali dan Nusa Tenggara (14,51 persen), Sumatera (11,51 persen), Sulawesi (11,22 persen), Jawa (10,92 persen), dan Kalimantan (6,37 persen).

Jika dibedakan dari komponennya, maka garis kemiskinan masyarakat Indonesia hingga Maret 2013 mencapai 199.691 orang untuk yang disebabkan makanan, dan 71.935 orang untuk yang bukan karena makanan. Dengan demikian, jumlahnya 271.626 orang.


Penulis: Didik Purwanto
Editor : Erlangga Djumena