Senin, 15 September 2014

Ekonomi / Makro

Harga Daging Ayam di Pasar Bogor Kemahalan

Jumat, 5 Juli 2013 | 18:42 WIB
KOMPAS.com/Zico Nurrashid Priharseno Mentan Suswono sedang berdialog dengan pedagang di Pasar Anyar, Bogor, Jawa Barat Jumat (5/7/2013).


BOGOR, KOMPAS.com - Dalam kunjungan mendadaknya ke Pasar Baru Bogor, Menteri Pertanian, Suswono menemukan harga daging ayam yang kelewat mahal.

Harga daging ayam di pasar tersebut berkisar antara Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per kilogramnya. Suswono mengatakan, para pedagang menaikan harga daging ayam karena kenaikan harga bahan bakar minyak.

Padahal menurutnya, suplay ayam menjelang puasa masih mencukupi. "Daging ayam kenaikannya tidak wajar Rp 35.000 sampai Rp 40.000. Laporan kemarin sebenarnya pasokan ayam cukup. Kalau omzet kan, menjelang lebaran jadi naik. Jadi tidak ada alasan untuk menaikan harga," ujarnya di Pasar Baru Bogor, Jumat (5/7/2013).

Dari kunjungannya ke peternakan di Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, harga ayam hidup Rp 20.000 per kg. Rata-rata, berat ayam tersebut untuk dijual berbobot 1,7 kilogram.

Sementara itu, Agus Suwarno, pemilik peternakan ayam itu mengatakan untuk satu ekor ayamnya ia bermodalkan Rp 17.000, itu sudah termsuk bibit dan pangannya. saat ini, ia mempunyai sekitar 4.000 ekor ayam.

"Seminggu lalu saya jual masih Rp 18.000 per kg, harga pangannya mahal, jadi harga ayam juga naik. Pada Mei lalu harga turun drastis, jadi Rp 10.000," ujarnya.

Selain itu, Agus juga menjelaskan, jika dilihat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, harga ayam akan kembali mengalami penurunan lima hari setelah puasa, dan kembali naik pada H-7 Lebaran.

Adapun ada beberapa harga pangan lainnya yang mengalami kenaikan, di antaranya bawang merah yang dijual seharga Rp 38.000, setelah kemarin masih berada pada harga Rp 35.000.

Cabai rawit hijau menjadi Rp 28.000 setelah sebelumnya dijual seharga Rp 25.000. Sedangkan cabai rawit merah sudah menyentuh harga Rp 65.000, setelah pada tiga hari lalu masih seharga. Rp 56.000.

"Bawang merah memng belum panen, kita sudah ajukan import," kata Suswono.


Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Bambang Priyo Jatmiko