Selasa, 22 Juli 2014

Ekonomi / Makro

BI: Pertumbuhan Kredit Melambat

Kamis, 11 Juli 2013 | 16:44 WIB
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Gedung Bank Indonesia

Baca juga


JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir Mei 2013 melambat menjadi 21 persen. Pelemahan pertumbuhan kredit ini dipicu perekonomian Indonesia yang juga melambat.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan pelemahan pertumbuhan kredit ini juga tidak lepas dari pengaruh sentimen global yang masih belum menentu. Dengan demikian, hal ini berimbas ke perekonomian dalam negeri.

"Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat, pertumbuhan kredit hingga akhir Mei 2013 melambat menjadi 21 persen (year on year atau yoy)," kata Agus saat konferensi pers di Gedung BI Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Dia menambahkan, pertumbuhan kredit tersebut dikontribusikan dari tiga sektor kredit perbankan.

Untuk kredit modal kerja dan kredit investasi, meski mengalami penurunan, masih mampu tumbuh cukup tinggi, dengan masing-masing sebesar 21,7 persen (yoy) dan 22,9 persen (yoy). Sementara itu untuk pertumbuhan kredit konsumsi turun menjadi 18,4 persen (yoy).

"Kami mencermati perkembangan kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA) pada tipe-tipe tertentu tumbuh terlalu tinggi," tambahnya.

Untuk itu, BI mengkhawatirkan kinerja kredit yang tinggi ini dapat mengganggu kinerja perbankan dan stabilitas sistem keuangan.

Dari sisi rasio kecukupan modal, BI mencatat rasionya masih 18,4 persen dan berada jauh di atas ketentuan minimum 8 persen serta rasio kredit bermasalah (non-performing loan atau NPL) gross yang masih rendah sebesar 1,95 persen pada bulan Mei 2013.

BI juga telah mengoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 sebesar 5,8-6,2 persen. Semula, BI memprediksi pertumbuhan Indonesia sebesar 6,2-6,6 persen.

"Pada 2014 sendiri, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,4-6,8 persen," tambahnya.

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Bambang Priyo Jatmiko