Jumat, 28 November 2014

Ekonomi / Makro

Indonesia Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Selasa, 30 Juli 2013 | 08:29 WIB
KOMPAS.com/ZICO Wamendag Bayu Krisnamurthi dalam kunjungannya ke PT Supreme Cabel Manufacturing, Senin (29/7/2013)

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, menyatakan, Indonesia sudah siap bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) 2015. Hal itu disampaikan Bayu saat mengunjungi PT Supreme Cabel Manufakturing Tbk di Tangerang, Senin (29/7/2013).

Bayu mengatakan, industri di Indonesia sudah 83 persen dalam suasana AEC, khususnya pada sektor peralatan listrik dan elektronik.

"Perusahaan ini adalah yang terbaik se-ASEAN. Kita pernah mengekspor ke negara-negara maju, dan semuanya sudah memenuhi standar," ujarnya.

Ia menyebutkan, Indonesia harus memanfaatkan potensi pasar di ASEAN yang begitu besar, yakni meliputi 10 negara dengan lebih dari 500 juta penduduk.

Para produsen produk listrik dan elektronik Indonesia dapat memanfaatkan peluang tersebut, antara lain melalui adanya harmonisasi standar di negara anggota. "Selain itu keberterimaan hasil pengujian dan sertifikat produk. Sertifikasi ini harus dilakukan oleh lembaga sertifikasi produk uang telah terdaftar di ASEAN," kata Bayu.

Berkaitan dengan keberterimaan hasil uji dan sertifikat produk antarnegara anggota ASEAN, saat ini terdapat 122 standar produk peralatan listrik dan elektronik yang telah diharmonisasikan di ASEAN. Dalam hal ini Indonesia baru memiliki 23 SNI yang diregulasi. "Secara tidak langsung, Indonesia siap untuk bersaing di ASEAN Economic Community," tegasnya lagi.

Pada kunjungannya, Wamendag diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses produksi kabel, dari mulai membuat timah dan disambungkan menjadi kabel, hingga proses pengerjaan di ruang quality control.

Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Erlangga Djumena