Jumat, 25 April 2014

Ekonomi / Makro

RAPBN 2014 "Tekor" Rp 154,2 Triliun

Jumat, 16 Agustus 2013 | 16:09 WIB
KOMPAS.COM/Sandro Gatra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mematok defisit anggaran tahun depan di level 1,49 persen dari produk domestik bruto (PDB). Untuk membiayai defisit, pemerintah akan memenuhi pembiayaan dari pinjaman luar negeri dan penerbitan surat berharga negara.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, RAPBN 2014 akan tetap ekspansif. Defisit sebesar itu ekuivalen dengan Rp 154,2 triliun.

Untuk pinjaman luar negeri, pemerintah memanfaatkan fasilitas pinjaman pinjaman program dan pinjaman proyek.

"Di sisi lain, pada tahun 2014, kita upayakan penurunan rasio utang pemerintah terhadap PDB pada akhir tahun 2014 menjadi sekitar 22-23 persen. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pemerintah negara-negara berkembang lainnya, yang mencapai 33 persen terhadap PDB," ujarnya dalam pidato Jumat (16/8/2013).

Presiden menyatakan, defisit anggaran tahun depan lebih rendah jika dibandingkan dengan defisit tahun ini yang mencapai 2,38 persen.

"Sebagai Kepala Pemerintahan yang insya Allah akan mengakhiri tugas di akhir Oktober tahun depan, saya tidak ingin memberikan beban kepada Presiden pengganti saya beserta pemerintahan yang dipimpinnya," ujarnya.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko