Minggu, 23 November 2014

Ekonomi / Makro

2014, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Sabtu, 19 Oktober 2013 | 09:35 WIB
KOMPAS.COM/Sandro Gatra Menteri Keuangan Chatib Basri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tetap optimis untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen di tahun depan. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah akan berupaya dengan berbagai cara.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pemerintah akan terus menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit) hingga ke level terendahnya yaitu di level 2 persen, dari semula sekitar 4,4 persen di semester I-2013.

"Kalau kita lihat dalam pertumbuhan sebelumnya, itu kita pernah punya periode dimana defisit kita sekitar 1 persen dan pertumbuhan sekitar di atas 6 persen, itu di 2011. Jadi untuk 2013 masih di kisaran 5,5-5,9 persen dan untuk 2014 bisa 5,8-6,1 persen," kata Chatib saat ditemui di kantornya, Jumat (18/10/2013) malam.

Chatib optimistis, bila defisit transaksi berjalan terus semakin ditekan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan meningkat. Prediksinya, di tahun 2015 ekonomi Indonesia akan stabil di atas 6 persen.

Untuk mencapai hal tersebut, memang bukanlah hal mudah. Namun pemerintah akan berupaya menyelesaikan masalah infrastruktur yang saat ini menjadi masalah utama konektivitas antarpulau dan antardaerah.

"Kalau infrastruktur dibenahi, maka kapasitasnya bisa mendukung. Ini kan sekarang demand-nya tinggi tapi supply-nya tidak bisa penuhi. Akhirnya impor. Tapi kalau supply bisa dipenuhi, maka masalah bisa selesai," tambahnya.

Selain masalah infrastruktur, pemerintah juga akan mengefisienkan peraturan yang menghambat investasi domestik. Sebab, bila investor mau masuk ke Indonesia maka tentu saja menginginkan biaya yang murah. Sehingga modal mereka untuk investasi di domestik juga murah.

Dengan kebutuhan modal yang murah dan biaya yang bisa ditekan, maka kebutuhan impor juga akan semakin rendah. Jika kebutuhan impor rendah, maka defisit neraca transaksi berjalan ini bisa lebih ditekan di angka lebih kecil dari sebelumnya.

"Kalau defisitnya bisa ditekan dengan cara tadi, kita bisa bicara di 2015 bisa tumbuh di kisaran 6 persenan," jelasnya.

Penulis: Didik Purwanto
Editor : Bambang Priyo Jatmiko