Senin, 1 September 2014

Ekonomi / Makro

Forum Stabilitas Keuangan Gelar Simulasi Krisis

Kamis, 21 November 2013 | 07:37 WIB
Shutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK), Rabu (20/11/2013), menggelar rapat dengan agenda simulasi krisis keuangan mendadak menerpa Indonesia. Rapat mengundang para pejabat terkait di sektor keuangan.

"Kami lakukan simulasi penuh mulai tiga hari yang lalu kalau terjadi tekanan di pasar keuangan, implikasinya apa. Kami lihat secara keseluruhan dampak di pasar keuangan, sektor riil," kata Menteri Keuangan M Chatib Basri, seusai pertemuan.

Hadir dalam pertemuan itu, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Heru Budiargo.

Simulasi yang dibahas dalam rapat tersebut menggunakan skenario fire drill. Skenario ini menjajal kondisi yang akan terjadi bila Indonesia tiba-tiba mengalami krisis keuangan.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia mengatakan simulasi semacam ini berada dalam sebuah skenario besar. Di dalam skenario itu diantisipasi pula beragam kemungkinan tingkat keparahan yang mungkin menjadi dampak krisis.

Dari simulasi tersebut, ujar Agus, para pengambil keputusan yang tergabung dalam FKSSK dituntut membuat keputusan dalam jangka waktu tertentu. "Itu dalam satu skenario besar. (Simulasi) tak hanya sekali dan kemudian ada skenario lain," kata dia.

Menurut Agus, dalam rangkaian simulasi tersebut juga akan dimunculkan skenario bila krisis terus memburuk dan bagaimana respons yang dibutuhkan. "Sampai juga di level teknis, sekretariat, deputi, sampai pimpinan," kata dia. "Ini semua dimasukkan ke dalam (skenario simulasi) fire drill , termasuk me-review kelengkapan aturan dan undang-undang, juga kewenangan."

Sementara itu, Muliaman memaparkan apa saja yang dilakukan dalam simulasi tersebut termasuk respons yang diperlukan untuk menyikapi skenario krisis yang disodorkan. "Dari skenario itu kami merespons, bagaimana kalau situasi sederhana atau kompleks dan (bagaimana) persiapannya," kata dia.

Kepala LPS Heru Budiargo mengatakan simulai ini membantu pembuatan kebijakan yang tepat. "Sebagai contoh LPS mendapatkan bantuan dari Office of Treasury AS dan FDIC, LPS-nya AS untuk membangun proses bagaimana bila skenario A atau skenario B terjadi, dan sebagainya," kata dia.

Heru mengatakan FKSKK melihat di negara lain sudah ada mekanisme merespons krisis keuangan dengan baik dan lancar secara kompetern. "Itu menjadi pembelajaran tentang apa saja yang harus diperbaiki," kata dia.


Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Palupi Annisa Auliani