RNI Tunda Kerja Sama dengan Peternakan Australia - Kompas.com

RNI Tunda Kerja Sama dengan Peternakan Australia

Kompas.com - 21/11/2013, 17:56 WIB
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro (kiri)

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi penyadapan yang dilakukan oleh Pemerintah Australia turut disikapi oleh berbagai perusahaan di negeri ini. Salah satunya adalah PT Rajawali Indonesia Nusantara (RNI).

BUMN yang bergerak di bidang agro industri ini terpaksa harus menunda kerja samanya dengan perusahaan asal Australia dalam hal pengadaan daging sapi.

Ismed Hasan Putro, Direkur Utama PT RNI, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menunda kerja sama sapi dengan perusahaan Australia untuk sementara ini. "Ini di-pending dulu saja sampai keadaannya kondusif," tuturnya, Kamis (21/11/2013) di Jakarta.

Hal ini dilakukan Ismed untuk menghormati sikap pemerintah yang sedang berseteru dengan Australia. Menurut Ismed, dalam sebuah bisnis harus ada sebuah kepercayaan dan kerja sama. "Ini penghormatan ke Indonesia atas martabat. Kata kunci bisnis adalah kepercayaan. Jadi, kita akan menunda kerja sama ini sampai keadaan benar-benar kondusif," tekannya.

Padahal, kata Ismed, rencana RNI untuk mengimpor sapi dari Australia sudah masuk pada tahap pemilihan perusahaan. Salah satunya ada siap memilih perusahaan Australia karena memiliki lahan 25.000 hektar dan sapi sekitar 10.000 ekor. (Rr Dian Kusumo Hapsar)


EditorBambang Priyo Jatmiko
SumberKontan

Close Ads X