Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Citibank Ajak Nasabah Nonton Piala Dunia ke Brazil

Kompas.com - 20/03/2014, 18:57 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Citibank Indonesia mengumumkan sembilan orang nasabah pemenang tiket nonton pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brazil.

Country Business Manager Global Consumer Banking Citibank Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan perseroan akan terbangkan 18 orang nasabah ke Brazil untuk menonton langsung pesta sepakbola tersebut.

Adapun 9 orang nasabah pemenang diambil dari pengundian lucky draw. Mereka diperkenankan pergi ke Brazil masing-masing didampingi seorang pendamping. "Untuk sembilan pemenang ini, masing-masing akan mendapatkan tiket nonton dan tiket pesawat beserta akomodasi untuk berdua," kata Lauren di Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Tiket pertandingan putaran 16 besar 2014 FIFA World Cup ini merupakan undian khusus bagi pengguna kartu kredit dan debet Citi Visa. Lauren mengungkapkan program 'Citi Visa Card takes me to FIFA World Cup, courtesy of Visa' ini telah dimulai sejak 6 Februari lalu dan akan berakhir pada 30 April 2014 nanti.

"Tahun ini Citibank bekerjasama dengan Visa memberikan kesempatan bagi nasabah Citibank untuk menyaksikan langsung ajang sepak bola terbesar di dunia sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia kami," ungkap Lauren.

Selain berkesempatan untuk mendapatkan paket nonton langsung piala dunia di Brasil dengan menggunakan kartu citi Visa di mall dan gerai pilihan Citibank, nasabah juga dapat menikmati hadiah langsung berupa merchandise Adidas untuk akumulasi transaksi minimum Rp 3 juta selama periode program.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

Whats New
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com