Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Habibie, Menghimpun Kaum Difabel Berbisnis Online

Kompas.com - 09/05/2014, 11:13 WIB


KOMPAS.com -
Siapa bilang penyandang difabel tidak bisa berkarya seperti orang-orang pada umumnya. Pandangan sebelah mata sebagian orang serta minimnya fasilitas publik bagi kaum difabel tidak menjadi sebuah hambatan untuk meratapi hidup. Paling tidak, itulah yang dirasakan Habibie Afsyah untuk terus berkarya.

Habibie ingin agar kaum difabel bisa memiliki kemampuan untuk bekerja serta mendapat perlakuan yang setara dengan orang lain.  "Jadi aku pikir dunia yang bisa digeluti juga oleh disabilitas, yaitu pemasaran lewat internet," ujar pria kelahiran Januari 1988 ini.

Sejak lahir, Habibie sudah menderita muscular dystrophy tipe Becker yang membuatnya tidak bisa beraktivitas layaknya orang normal. Hal ini menyebabkan ia jarang keluar rumah, dan ia pun menghabiskan waktu bermain games di komputer.

Dari hobi inilah, selepas SMA Habibie langsung diarahkan oleh ibundanya untuk mengikuti kursus komputer.  Sehingga, pada 2007, ia sudah bisa mendapatkan penghasilan. "Pertama kali saya mendapat penghasilan 120 dollar AS dari toko online Amazon," ujarnya.

Kala itu, ia menggunakan program affiliate Amazon. Apabila orang mengeklik tautan iklan yang mengarah ke situs Amazon, ia mendapatkan uang 4 persen dari transaksi yang dilakukan. "Sebenarnya itu rugi karena modalnya itu lebih dari itu," kenang Habibie.

Namun, belajar dari kegagalan, ia terus mengembangkan ilmunya hingga bisa mendapatkan untung dari program itu. Saat ini dia bisa meraih omzet sekitar Rp 10 juta per bulan. Ia juga membuat situs penjualan properti rumah101.com untuk membantu kakaknya yang merupakan agen penjual rumah.

Dia mendapat suntikan modal dari investor Rp 80 juta untuk mengembangkan situs itu. Sebagian dana juga dia gunakan untuk mendirikan yayasan Habibie Afsyah pada 2009.

Yayasan itu untuk memberikan keterampilan pemasaran internet bagi kaum difabel. Di tahun ini, ia ingin mengembangkan konsep baru bernama Indonesia Disable Care Community. Di komunitas ini, ia ingin menggandeng kaum difabel untuk mendapat kepercayaan diri.

Sembari, Habibie terus memperdalam ilmu komputer lewat beasiswa mengikuti perkuliahan secara online dari sebuah universitas di Ciputat, dari rumahnya.(Kornelis Pandu Wicaksono)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Earn Smart
7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

Whats New
'Regulatory Sandbox' Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

"Regulatory Sandbox" Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

Whats New
IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

Whats New
Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Whats New
Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Whats New
Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Whats New
Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Whats New
Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Whats New
Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Whats New
Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

BrandzView
Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Whats New
Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Whats New
Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Whats New
Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com