Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daging Oplosan Celeng Marak, Kementan Perketat Pengawasan

Kompas.com - 04/07/2014, 18:32 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan daging sapi melalui badan karantina hewan. Ini karena maraknya penemuan daging sapi yang dicampur dengan daging celeng di pasaran.

"Dari Kementan, karantina akan diperketat. Karena kelihatannya terjadi antar pulau dari Sumatra ke Jawa," kata Suswono di Kantor Pusat Bank Indonesia (BI), Jumat (4/7/2014).

Selain memperketat pengawasan, lanjut Suswono, pihak Kementan juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan inspeksi ke berbagai pasar untuk mencegah peredaran daging oplosan tersebut.

"Kita operasi untuk sidak (inspeksi mendadak) ke lapangan. Sidak dilakukan dinas ke tempat (pasar) ditingkatkan," ujar Suswono.

Menurut Suswono, tindakan pengoplosan daging sapi dengan daging celeng ada kaitannya dengan tingginya permintaan terhadap daging pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Sehingga, ada pihak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan.

Pada dasarnya, Suswono mengaku, secara kasat mata sukar membedakan antara daging sapi asli dengan daging celeng. Oleh karenanya, pemerintah bertanggung jawab memastikan tidak ada tindakan pengoplosan daging semacam itu.

"Secara sepintas, kalau pemain daging pasti bisa mengenali daging celeng dengan lihat fisiknya. Jadi memang tanggung jawab pemerintah dan dinas agar secara periodik melakukan evaluasi. Juga kerjasama juga dengan kepolisian, kalau ditemukan maka ditindaklanjuti," papar Suswono.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com