Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semester I, Bank DKI Bukukan Laba Rp 477 Miliar

Kompas.com - 21/07/2014, 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank DKI sepanjang paruh pertama tahun ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 477 miliar. Jumlah ini meningkat 15,50 persen dari periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 413 miliar.

Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tersebut didorong oleh laba operasional yang naik sebesar 23,16 persen, dari Rp 380 miliar pada Juni 2013 menjadi Rp 468 miliar per Juni 2014.

“Pendorong utama laba operasional ini adalah pendapatan bunga bersih Bank DKI yang pada Juni 2014 mencapai Rp 906 miliar, tumbuh 23,27 persen dari periode Juni 2013 yang sebesar Rp735 miliar,” ungkap Eko Budiwiyono dalam keterangan resminya, Senin (21/7/2014).

Adapun penyaluran kredit selama Januari-Juni 2014 mencapai Rp 21,49 triliun, atau tumbuh sebesar 31,12 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 16,39 triliun. Perseroan mengklaim porsi kredit terbesar disalurkan ke segmen produktif yakni di atas 50 persen.

Perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang dipercayakan ke Bank DKI hingga Juni  2014 mencapai Rp23,46 triliun, tumbuh 6,89 persen dari periode yang sama tahun 2013. Jumlah itu terdiri dari deposito yang mencapai 46,39 persen dari keseluruhan DPK atau Rp 10,89 triliun, tumbuh 5,52% dari total deposito Juni 2013 senilai Rp10,32 triliun.

Giro sebesar Rp 8,73 triliun atau 37,21 dari total DPK, dan tabungan sebesar Rp 3,85 triliun atau 16,40 persen dari total DPK.

Total aset perseroan mencapai Rp 33,48 triliun, atau tumbuh 16,90 persen jika dibanding periode Juni 2013 yang masih Rp28,64 triliun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Whats New
BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com