Jusuf Kalla Yakin Jokowi Sepakat Lanjutkan LCGC - Kompas.com

Jusuf Kalla Yakin Jokowi Sepakat Lanjutkan LCGC

Icha Rastika
Kompas.com - 12/11/2014, 20:45 WIB
KOMPAS.com/DANI PRABOWO Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan susunan Kabinet Kerja yang akan bertugas membantu pemerintah dalam lima tahun mendatang, Minggu (26/10/2014), di Istana Negara, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin Presiden Joko Widodo akan mendukung kelanjutan program kendaraan bermotor ramah lingkungan dan harga terjangkau (KBH2) atau LCGC. Menurut Kalla, pandangan Jokowi terhadap LCGC saat ini akan berbeda dengan pandangannya ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Ketika masih menjabat Gubernur DKI, Jokowi menolak program LCGC karena dianggapnya hanya menambah volume kendaran sehingga mengakibatkan kemacetan di Jakarta.

"Waktu itu Pak Jokowi bicara sebagai gubernur, pandangannya terbatas Jakarta. Sekarang kan memandang seluruh Indonesia secara luas, tentu tidak harus sama lagi pandangan itu," kata Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Menurut Kalla, program LCGC harus dilanjutkan. Ia menyebut sejumlah pertimbangan yang menjadi alasan program pemerintah sebelumnya itu harus dilanjutkan. Pertimbangan pertama, menurut Kalla, LCGC pada dasarnya diberlakukan agar masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah bisa membeli mobil dengan harga terjangkau. Pertimbangan kedua, filosofi LCGC juga untuk menghadapi persaingan pasar bebas ASEAN.

"Karena itu, menurut saya karena tiga prinsip itu yang dipegang, ya harus dilanjutkan. Bahwa gol menengah jangan mahal-mahal, yang kedua persaingan ASEAN. Kalau kita tidak antisipasi, kita akan kemasukan," kata Kalla.

Menurut dia, LCGC yang sebagian komponennya diproduksi di Indonesia tersebut diperlukan dalam merebut pasar. Jika tidak memproduksi mobil sendiri, kata Kalla, maka Indonesia akan diserbut kendaraan murah dari Thailand.

"Karena kalau kita tidak membikin di sini, maka orang beli dari Thailand dengan nol persen, itu masalahnya. Lebih baik kita merebut pasar dari pada kita dimasuki pasar, karena kelas itu kelas yang mulai diproduksi di Thailand," paparnya.

Alasan lainnya, LGCG adalah kendaraan ramah lingkungan sehingga perlu dikembangkan. Sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla meneruskan program LCGC.

Menurut Ketua Gaikindo Sudirman M Rusdi, LCGC menopang penjualan kendaraan bermotor secara nasional. Jika program ini dihapuskan, Sudirman memastikan angka penjualan kendaraan bermotor akan berkurang. Sudirman menilai LCGC yang hemat bahan bakar itu lebih menguntungkan dibandingkan dengan kendaraan lainnya. Kendaraan LCGC, kata dia, bisa hemat bahan bakar sekitar 20 kilometer/liter.

Selain itu, LCGC bebas pajak barang mewah dan menjadi keuntungan bagi pihak konsumen. Hari ini, Gaikindo menemui Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIcha Rastika
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar
Close Ads X