Selasa, 28 Maret 2017

Ekonomi

Kelompok Miskin Pesisir Capai 32 Persen dari Total Masyarakat Miskin Indonesia

Selasa, 10 Februari 2015 | 14:18 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO Ilustrasi Kemiskinan di pinggiran Kota Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha KKP, Ryanto Basuki mengatakan angka jumlah penduduk miskin pesisir cukup besar, yakni mencapai 32,14 persen dari jumlah total penduduk miskin Indonesia.

"Kami melakukan kajian, jumlah penduduk miskin di tahun 2003. Hasilnya jumlah penduduk miskin pesisir sebesar 32,14 persen. Sedang, jumlah penduduk miskin total 16,8 persen. Penduduk miskin pesisir hampir 2 kali lipat penduduk miskin total indonesia," jelas Ryanto di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Menurutnya, hal ini dikarenakan adanya kesenjangan harga kebutuhan antara kedua masyarakat tersebut. Salah satunya adalah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih tinggi di pesisir. "Masyarakat nelayan itu soal BBM yang utama. Mereka mendapatkan harga 2x lebih mahal daripada di kota, jadi program pemerintah solar untuk nelayan, akan penting dalam mengembangkan perikanan," kata Ryanto.

Selain itu, kata dia, masyarakat pesisir juga mendapat harga kebutuhan pokok 30-40 persen lebih tinggi dibandingkan harga di perkotaan. "Masyarakat pesisir, khususnya nelayan membayar lebih mahal kebutuhan pokok. Yaitu, 30-40 persen dibandingkan harga di perkotaan. Dikarenakan kemudahan akses," kata Ryanto.

Menyangkut realita ini, menurutnya, KKP sebenarnya sudah merancakan program kedai pesisir sejak tahun 2001. Namun, kata dia, masuknya bisnis retail minimart menjadi penghalang dari realisasi program ini.

"Kedai pesisir sudah ada dari dulu. Namun peritel modern muncul, kan kedai pesisir konsepnya sama dengan mereka berdua," kata Ryanto.

Berdasarkan data presentasi KKP, untuk menjalankan program 214 unit kedai pesisir diperlukan modal Rp 10,7 miliar, di mana harga per unit adalah Rp 50 juta.
Penulis: Stefanno Reinard Sulaiman
Editor : Bambang Priyo Jatmiko