Selasa, 28 Maret 2017

Ekonomi

Inflasi Maret 0,17 Persen, Menko Perekonomian Sebut "It's Ok"

Rabu, 1 April 2015 | 19:38 WIB
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menilai, inflasi bulan Maret 0,17 persen masih tidak mengkhawatirkan. Dia berpendapat setelah dua bulan berturut-turut deflasi dan kini kembali mencetak inflasi adalah hal yang wajar.

"It's ok. Artinya yang penting kan target tahunan kita itu 4,5 persen -1 dan Itu yang paling penting," ujar Sofyan di Istana Kepresidenan, Rabu (4/1/2015).

Menurut Sofyan, inflasi di bulan Maret kali ini karena adanya fluktuasi pada harga beras dan juga bawang merah.

"Kalau bulan kemarin itu beberapa pergerakan. Harga beras ternyata belum ada penyesuaian yang diharapkan, karena panen raya mulai baru mulai sekarang ini. Lalu, kenaikan harga bawang dan lain-lain, tapi saya pikir masih oke," ujar dia.

Meski demikian, data Badan Pusat Statistis menunjukan kontribusi terbesar inflasi bulan Maret kali ini berasal dari kenaikan harga bahan bakar minyak. Kontribusinya mencapai 0,15 persen. Sementara bawang merah berkontribusi sebesar 0,1 persen dan beras 0,09 persen. Selain itu, yakni bahan bakar rumah tangga 0,03 persen, rokok kretek filter 0,02 persen, dan upah buruh 0,02 persen.

Menurut Sofyan, kondisi perekonomian Indonesia pada bulan Maret tekadang mencatatkan deflasi namun pernah juga inflasi. Oleh karena itu, Sofyan optimis kondisi akan membaik ke depannya karena pada bulan Januari-Februari telah terjadi deflasi.

"Kita kan masih nabung, Januari-Februari kan deflasi," ucap dia.

Penulis: Sabrina Asril
Editor : Bayu Galih