Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sasar Segmen Muda-Mudi, BCA Luncurkan "Sakuku"

Kompas.com - 28/09/2015, 17:33 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan uang elektronik yang bisa diakses melalui aplikasi smartphone bernama Sakuku. Produk baru BCA ini menyasar segmen muda-mudi sehingga dapat melakukan pembayaran saat berbelanja, isi pulsa, dan transaksi perbankan lainnya langsung dari smartphone.

“Dengan produk ini, BCA berharap generasi muda dapat menikmati kemudahan transaksi perbankan BCA hanya dengan men-download aplikasi Sakuku. Sehingga nasabah akan semakin mudah melakukan transaksi perbankan sehari-hari dengan uang dalam smartphone-nya,” ujar Direktur BCA Suwignyo usai meresmikan layanan Sakuku di Jakara, Senin (25/9/2015).

Dia menjelaskan, dengan produk Sakuku, nasabah bisa memiliki uang elektronik dengan nomor handphone sebagai nomor pengenalnya. Nasabah dapat memiliki maksimal saldo Rp 1 juta dan dapat melakukan top up saldo melalui KlikBCA Individu maupun melalui ATM BCA.

BCA menyediakan berbagai fitur di dalam Sakuku misalnya fitur transaksi bayar belanja dengan scan QR code di merchant rekanan BCA baik merchant toko maupun merchant online, isi pulsa, permintaan isi pulsa, hingga transaksi perbankan lainnya.

Saat ini Sakuku dapat digunakan untuk bayar belanja di 13 merchant toko pada 114 outlet di Jabodetabek dan 2 merchant online yang jumlahnya akan terus bertambah. Untuk dapat mengakses layanan ini, nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Sakuku melalui layanan App Store bagi pengguna iPhone dan Google Play Store bagi pengguna Android.

Bagi 20.000 nasabah pertama yang melakukan download dan registrasi aplikasi Sakuku, BCA akan mendapat bonus top up saldo Sakuku senilai Rp 50.000.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

'Skenario' Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

"Skenario" Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Whats New
Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Whats New
Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Earn Smart
Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Whats New
Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Whats New
Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Whats New
Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Whats New
Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Whats New
Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Whats New
Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Whats New
The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com