Sabtu, 25 Maret 2017

Ekonomi

Rizal Ramli: "Kepret" Tiga Benalu Penghambat Kemajuan Indonesia

Rabu, 11 November 2015 | 07:43 WIB
Ambaranie Nadia K.M Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rixal Ramli melaporkan harta kekayaannya ke KPK, Senin (12/10/2015).
BANDUNG, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan, ada tiga hal yang menghambat perkembangan dan kemajuan negeri ini. Tiga hal itu merupakan benalu yang sudah menjadi budaya sehingga sulit untuk dihilangkan.

Ketiga hal tersebut yaitu feodalisme, primordialisme (perbedaan pendapat, suku, agama, ras), serta korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Ketiga hal inilah yang menghambat kemajuan Indonesia," kata Rizal dalam acara diskusi silaturahim dan dialog Menteri Rizal bersama tokoh Jawa Barat di Restauran Sindang Reret, Jalan Surapati, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/11/2015).

Oleh karena itu, kata dia, perlu cara tegas untuk memberanguskan budaya buruk ini. "Kalau kita ingin maju, kita kepret feodalisme, kita kepret KKN," tegasnya.

Saat ini, kata dia, masih banyak pejabat-pejabat negara lupa diri dan rakus kekuasaan. "Banyak sekali tikus-tikusnya, harus dikepret kalau mau maju," kata Rizal.

Terkait primordialisme, menurut dia, seiring dengan keberagaman pendapat, suku, agama, dan ras, seharusnya hal itu tidak menjadikan Indonesia terpecah-pecah.

Rizal menyatakan, Indonesia harus secepatnya membuang tiga benalu tersebut.

"Indonesia perlu berubah, caranya hapuskan feodal, hapus KKN. Kalau enggak, kita enggak mungkin jadi bangsa yang besar," tuturnya.
Penulis: Kontributor Bandung, Rio Kuswandi
Editor : Erlangga Djumena