Sabtu, 25 Maret 2017

Ekonomi

Masalah Menteri Keblinger soal Freeport, Sudirman Said Lempar Balik ke Rizal Ramli

Rabu, 11 November 2015 | 08:38 WIB
ESTU SURYOWATI/Kompas.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Jakarta, Senin (10/8/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menepis kepretan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebutnya keblinger lantaran ingin mempercepat perpanjangan kontrak Freeport.

Sudirman membantah hal tersebut. Menurut Sudirman, justru orang yang menuduhnya kebelingerlah yang salah paham lantaran bicara tanpa fakta, bahkan cenderung merusak situsi yang terjalin antara pemerintah dan Freeport.

"Karena saya tidak memperpanjang, bukan saya yang keblinger. Yang keblinger adalah orang yang bicara tanpa fakta, tanpa melihat dulu persoalannya, berteriak kiri kanan merusak situasi," ujar Sudirman dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas TV seperti dikutip dari Kompas, Selasa (10/11/2015).

Mantan Dirut Pindad itu mengaku santai menghadapi tudingan yang mengarah kepadanya. Pasalnya, dalam surat yang diberikan kepada Freeport, tak ada keputusan pemerintah memperpanjang kontrak tersebut.

"Tidak ada keputusan perpanjangan kontrak yang melanggar hukum, tidak ada beban saya adalah yang disebut sebagai keblinger itu," kata Sudirman.

Pemerintah memang belum menyatakan untuk memperpanjang kontrak Freeport. Sesuai aturan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2014, proses renegosiasi perpanjangan kontrak pertambangan bisa dilakukan dua tahun sebelum kontraknya berakhir, yakni pada 2019.

Namun, Kementerian ESDM berencana untuk merevisi PP tersebut. Batas waktu renegosiasi kontrak pertambanganakan rencananya akan diubah menjadi 10 tahun sebelum berakhirnya kontrak. Hal inilah yang membuat geram Rizal Ramli sehingga menyebut Sudirman Said menteri keblinger.

baca juga:  "Rizal Ramli Jangan Hanya Asal Bunyi"

Kompas TV (Siapa) Menteri yang “Keblinger” – Satu Meja eps 115 bagian 1


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Yoga Sukmana
Editor : Erlangga Djumena