Selasa, 28 Maret 2017

Ekonomi

Di Tengah Pelemahan Ekonomi, Pemerintah Diminta Lebih Banyak Gunakan Padat Karya

Selasa, 19 Januari 2016 | 19:07 WIB
KOMPAS.com/ RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Direktur Megawati Institute, Dr. Arif Budimanta, saat jumpa pers di Hotel Padjajaran Suite, Kota Bogor, Selasa(29/04/2014). Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan keinginan Joko Widodo, bakal calon presiden 2014 dari Partai PDI Perjuangan untuk mendirikan bank pertanian. K97-14

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Megawati Institute Arif Budimanta menyarankan agar pemerintah lebih banyak menggunakan padat karya dalam berbagai proyek pembangunan.

Hal itu khususnya digunakan dalam kondisi melemahnya tingkat perekonomian nasional.

"Dalam keadaan ekonomi yang lemah seperti ini, pemerintah harus mengarah pada padat karya. Mekanisasi penting, tetapi yang tepat guna dan padat karya," ujar Arif saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Arif mengatakan, turunnya harga minyak dan berbagai harga komoditas lainnya seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah.

Salah satu contohnya, menjaga inflasi yang rendah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurut Arif, berbagai kebijakan pemerintah yang terkait dengan politik anggaran seharusnya dapat digunakan untuk menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja.

Dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja, angka pengangguran sebagai salah satu indikator persoalan ekonomi dapat teratasi.

Arif menyarankan agar pembangunan infrastruktur yang dilakukan kabupaten/kota dan provinsi dapat diarahkan kepada padat karya yang berprinsip pada local resources based.

Berdasarkan riset, kata Arif, penggunaan padat karya dapat menaikan serapan tenaga kerja hingga 10 persen lebih tinggi.

Penulis: Abba Gabrillin
Editor : Bayu Galih