Pemerintah Jajaki Lagi Perdagangan Bebas dengan Uni Eropa - Kompas.com

Pemerintah Jajaki Lagi Perdagangan Bebas dengan Uni Eropa

Yoga Sukmana
Kompas.com - 09/02/2016, 14:07 WIB
Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Kantor Wakil Presiden, Selasa (09/02/2016).
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali menjajaki kerjasama perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) dengan Uni Eropa.

Rencana itu sempat mencuat namun meredup lantaran pergantian pemerintahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden Jokowi.

Menurut Mendag Thomas Lembong, kerjasama perdagangan bebas dengan Uni Eropa sangat penting.

Sebab ia yakin, tanpa kerjasama itu akan lebih banyak perusahaan yang akan hengkang dari Indonesia.

"Kita prihatin soal pabrik Panasonic, Toshiba, Ford, dan sebagainya. Kalau tidak cepat (FTA dengan Uni Eropa), maka ini semakin banyak pabrik yang akan tutup dan pindah ke Vietnam," ujar Lembong di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/2/2016).

Ia menjelaskan, Vietnam sebagai pesaing Indonesia sudah terlebih dulu menandatangi kesepatakan perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

Hal itu diyakini menjadi daya tarik bagi perusahaan-perusahaan besar untuk pindah ke Vietnam.

"Mereka (Vietnam) sudah punya akses bebas ke pasar ekspor besar seperti Eropa, dan Amerika," kata Lembong.

Menurut Mendag, Presiden Jokowi sudah memberikan tenggat waktu dua tahun untuk menyelesaikan FTA dengan Uni Eropa.

Ia berharap semua proses perundingan dengan Uni Eropa rampung pada akhir 2017 nanti.

Hingga saat ini tutur dia, tim dari Kementerian Perdagangan sudah beberapa kali berunding dengan tim dari Uni Eropa.

Beberapa hal yang dipersiapkan diantaranya persolan teknis yang mencakup berbagai dokumen.

PenulisYoga Sukmana
EditorM Fajar Marta
Komentar
Close Ads X