Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jeda Siang, IHSG Ditutup Turun 0,24 Persen di Level 4.874,08

Kompas.com - 21/03/2016, 12:12 WIB
Aprillia Ika

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jeda siang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pukul 12.00 WIB menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,24 persen atau turun 11,62 poin ke level 4.874,08 dari level penutupan hari sebelumnya 4.885,70.

Tujuh indeks sektoral pendukung bursa ditutup menurun, yang menyeret indeks pada jeda siang ini memerah.

Sektor yang ditutup menurun tajam yakni sektor agribisnis dengan penurunan 0,85 persen. Disusul sektor industri dasar 0,82 persen dan sektor konsumer 0,70 persen.

Sementara sektor yang ditutup menguat yakni sektor infrastruktur (+0,24 persen), sektor pertambangan (+0,24 persen) dan sektor keuangan (+0,20 persen).

Dari data RTI, sebanyak 2,33 miliar saham diperdagangkan selama sesi I perdagangan saham. Nilainya, Rp 2,955 triliun.

Sebanyak 131 saham mengalami kenaikan sementara 154 lainnya turun dan menyeret indeks memerah. Sementara 86 saham lain tetap.

Mengawali pekan perdagangan saham Senin, IHSG dibuka turun tipis 0,01 persen atau 0,29 poin ke level 4.885,41 pada pukul 09.09 WIB.

Data pasar di Bursa Efek Indonesia memperlihatkan enam indeks sektoral penopang bursa dibuka melemah yang mengakibatkan IHSG memerah.

Enam indeks sektoral tersebut yakni sektor konsumer (-0,36 persen), manufaktur (-0,39 persen), aneka industri (-0,5 persen), perdagangan (-0,04 persen), properti (-0,09 persen) dan industri dasar (-0,36 persen).

Sementara dari empat indeks sektoral yang dibuka paling menguat adalah sektor pertambangan yang dibuka menguat 0,7 persen atau naik 6,31 poin ke level 912,68.

Sementara berdasarkan pantauan data RTI, pada pembukaan perdagangan saham Senin ini sebanyak 106 saham dibuka menguat sementara 53 saham dibuka turun dan 67 saham tetap.

Sekilas pada perdagangan Jumat, IHSG ditutup naik 0 poin (+0,00 persen) di akhir sesi ke level 4.885,71.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BCA Finance Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

BCA Finance Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Work Smart
Pemerintah Sebut Tarif Listrik Seharusnya Naik pada April hingga Juni 2024

Pemerintah Sebut Tarif Listrik Seharusnya Naik pada April hingga Juni 2024

Whats New
Jasa Marga: 109.445 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang Paskah 2024

Jasa Marga: 109.445 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang Paskah 2024

Whats New
Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Earn Smart
7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

Whats New
'Regulatory Sandbox' Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

"Regulatory Sandbox" Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

Whats New
IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

Whats New
Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Whats New
Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Whats New
Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Whats New
Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Whats New
Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Whats New
Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Whats New
Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

BrandzView
Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com