Ada Paket Kebijakan, Pengusaha Jasa Perawatan Pesawat Masih Optimistis - Kompas.com

Ada Paket Kebijakan, Pengusaha Jasa Perawatan Pesawat Masih Optimistis

Yoga Sukmana
Kompas.com - 20/04/2016, 16:45 WIB
KOMPAS / HENDRA A SETYAWAN Teknisi melakukan perawatan pesawat di Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha jasa perawatan pesawat masih optimistis bisa bersaing di kancah regional meski pertumbuhan ekonomi belum pulih.

Menurut Ketua Umum Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) Richard Budihadianto, optimisme itu muncul lantaran adanya berbagai kebijakan dari pemerintah.

“Salah satu kebijakan pemerintah yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi industri MRO adalah Paket Kebijakan Ekonomi ke-8 yang telah menjadikan bea masuk 21 pos tarif komponen pesawat udara nol persen," ujar Richard dalam siaran pers, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Ia menjelaskan, dengan tarif bea masuk nol persen pada 21 pos komponen pesawat itu, peluang usaha perusahaan perawatan pesawat kembali terbuka. Ia yakin maskapai memilih melakukan maintenance, repair, dan operation (MRO) pesawat di dalam negeri.

"Kebijakan pemerintah itu menjadi peluang bagi industri MRO mampu bersaing dengan kompetitornya di regional,” lanjut Richard.

Untuk membahas sejumlah prospek industri jasa perawatan pesawat, IAMSA kembali menyelenggarakan Aviation MRO Indonesia (AMROI) 2016 pada tanggal 12-13 Mei di Hotel Grand Mercure, Jakarta.

Pada konferensi internasional tahunan itu, IAMSA mengusung tema "The Next Step Forward for Indonesia MRO Industry".

Salah satu topik yang menjadi perhatian dalam (AMROI) 2016 yakni mengenai bagaimana pelaku bisnis MRO tetap kompetitif di lingkungan global dan pengembangan infrastruktur serta pelayanan yang inovatif dalam mendukung pertumbuhan industri MRO di Indonesia.

Kompas TV Izin "Ground Handling" Dibekukan

PenulisYoga Sukmana
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM