Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Bukopin Targetkan 1.000 Agen Laku Pandai pada 2017

Kompas.com - 23/06/2016, 22:07 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Bukopin tengah memperluas jaringan pelayanan melalui skema laku pandai (branchless banking) dan menargetkan mengoperasikan 1.000 agen laku pandai (B-Tunai).

Direktur pengembangan bisnis dan teknologi informasi PT Bank Bukopin Tbk, Adhi Brahmantya mengatakan, realisasi penambahan jaringan laku pandai saat ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah outlet mencapai lebih dari 100 agen B-Tunai.

"Di 2017, jumlah tabungan Bank Bukopin diharapkan mencapai 600.000 rekening dan 120.000 nasabah asuransi mikro dan agen B-Tunai mencapai 1.000 agen," ujar Adhi dalam acara buka puasa bersama media di Kantor Pusat Bank Bukopin, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

"Pada tahap awal, pengembangan laku pandai di Bank Bukopin difokuskan pada perekrutan loket PPOB menjadi agen B-Tunai," papar Adhi.

Adhi menambahkan, hal itu sesuai dengan salah satu target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu penambahan jumlah agen yang melayani laku pandai di Indonesia.

Menurut Adhi, implementasi laku pandai tahap pertama difokuskan pada produk basic saving account atau Tabungan Bukopin Rakyat.

Sampai dengan Mei 2016, layanan yang diimplementasikan pada agen B-Tunai adalah pembayaran publik seperti, pembayaran listrik, air, pulsa, untuk Tabungan Bukopin Rakyat seperti pembukaan rekening, setor dan tarik tunai, dan juga asuransi Tabungan Bukopin Rakyat.

Adhi menuturkan, ke depan outlet B-Tunai akan berkembang dan merambah segala sektor.

"Untuk pengembangan layanan selanjutnya pada semester dua tahun 2016, outlet B-Tunai ditargetkan juga dapat melayani pembelian asuransi mikro seperti gempa bumi, tsunami dan kebakaran, kredit mikro, remittance, serta penyaluran bantuan sosial pemerintah baik berupa tunai maupun non tunai," tambah Adhi.

Bank Bukopin menargetkan dapat menambah 100 agen B-Tunai setiap triwulan dengan jumlah Tabungan Bank Bukopin sebanyak 62.500 rekening.

Adhi berharap, ke depan makin bertambah jumlah nasabah Bank Bukopin dan juga asuransi mikro.

"Pada tahun 2018, kami menargetkan jumlah Tabungan Bukopin Takyat mencapai 1.000.000 rekening dan asuransi mikro sebanyak 216.000 dengan jumlah agen sebanyak 1800 agen," ungkap Adhi.

Saham Bank Bukopin (BBKP) dimiliki oleh Bosowa Corporindo sebesar 30 persen, Kopelindo 19,09 persen, Pemerintah RI 11,43 persen, dan Publik sebesar 40,48 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Work Smart
BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Spend Smart
SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

Whats New
Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Whats New
Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Whats New
Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Whats New
Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Whats New
Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com