Selasa, 28 Maret 2017

Ekonomi

Kenapa Tiba-tiba Beberapa Perusahaan AS Ini Naikkan Gaji Karyawan?

Senin, 18 Juli 2016 | 11:08 WIB
Starbucks

NEW YORK, KOMPAS.com - Beberapa perusahaan besar Amerika Serikat tiba-tiba memutuskan untuk menaikkan gaji bagi karyawannya di seluruh wilayah Negeri Paman Sam tersebut. Perusahaan itu di antaranya adalah Starbucks, Walmart, McDonald's, JPMorgan, Target, dan TJ Maxx.

Tidak hanya menaikkan gaji, beberapa di antara perusahaan-perusahaan raksasa tersebut juga memperbaiki manfaat yang diterima karyawan serta proses penjadwalan kerja. Perusahaan itu juga berinvestasi lebih banyak pada pelatihan bagi karyawan.

Starbucks, misalnya, mengumumkan akan memberikan kenaikan gaji setidaknya 5 persen bagi seluruh karyawannya di AS yang berjumlah 150.000 efektif pada 3 Oktober 2016. Jaringan gerai kopi internasional itu juga menaikkan penghargaan saham tahunan bagi karyawan yang bekerja setidaknya 2 tahun.

JPMorgan pun menyatakan akan menaikkan gaji bagi para karyawan level terendahnya yang mencapai 18.000 orang, termasuk di antaranya petugas teller dan customer service. Salah satu bank terbesar di AS itu pun akan berinvestasi lebih besar di bidang pelatihan.

Lalu, apa yang jadi alasan perusahaan-perusahaan itu menaikkan gaji karyawannya?

Banyak analis menyatakan perusahaan tersebut menaikkan gaji hanya untuk mengantisipasi kenaikan upah minimum di berbagai kota dan negara bagian di seluruh AS.

Beberapa lainnya menyatakan keputusan itu hanya merupakan hasil ketatnya pasar tenaga kerja, sehingga semakin susah merekrut dan mempertahankan SDM berbakat di berbagai lapangan kerja tingkat bawah. Namun demikian, alasan yang diberikan perusahaan itu adalah tak lain merupakan apresiasi perusahaan kepada karyawannya.

Menurut CEO Walmart Doug McMillon, kenaikan gaji dan investasi pada pelatihan yang seluruhnya memakan biaya 2,7 miliar dollar AS adalah wujud komitmen perusahaan pada karyawan.

"Kalau melihat ke belakang, jelas bagi saya bahwa salah satu prioritas tertinggi kami adalah kami harus berinvestasi lebih banyak pada karyawan kami tahun ini," ujar McMillon.

Sementara itu, CEO Starbucks Howard Schultz menyatakan dalam suratnya kepada karyawan bahwa kenaikan gaji bertujuan untuk memperdalam kepercayaan antara Starbucks dengan karyawannya.

"Dunia di sekitar kita semakin rapuh. Akan tetapi, tidak demikian komitmen kami pada Anda sekalian. Kita berada di sini bersama-sama dan menghargai kebutuhan Anda adalah hal yang esensial bagi kesuksesan Starbucks," tulis Schultz.

Meski banyak karyawan yang mendukung keputusan itu, namun aktivis pekerja menyatakan kenaikan gaji itu tidak terlalu signifikan.

Mantan CEO McDonald's AS Ed Rensi mengungkapkan, kenaikan gaji minimum 15 dollar AS bisa menjadi bencana khususnya bagi industri restoran karena gaji karyawan mencakup 35 persen dari biaya operasional.

"Mereka akan menaikkan harga untuk menutupi biaya gaji karyawan, kemudian mereka akan kehilangan pelanggan. Lalu, apa yang terjadi ketika mereka kehilangan pelanggan? Mereka akan memecat karyawan karena mereka tidak membutuhkannya lagi," jelas Rensi.

Kompas TV Gaji Rp 4,5 Juta Per Bulan Tak Lagi Kena Pajak



Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Aprillia Ika
Sumber: Business Insider,