Industri Logam Didorong Tingkatkan Pangsa Pasar Domestik - Kompas.com

Industri Logam Didorong Tingkatkan Pangsa Pasar Domestik

Kompas.com - 24/08/2016, 14:15 WIB
Pramdia Arhando Julianto Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menghadiri pengukuhan pengurus HIMKI di Kemenperin, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri logam dalam negeri agar berdaya saing di pasar domestik. Atas hal itu Kemenperin menggelar acara Pameran Produk Logam 2016 di Plasa Pameran Industri, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 23 hingga 26 Agustus 2016 itu mengambil tema “Peningkatan Pangsa Pasar Domestik produk Industri Logam Guna Mewujudkan Industri Yang Berdaya Saing”.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah konkrit yang dilakukan oleh Kemenperin bersama dunia usaha dan asosiasi dalam meningkatkan promosi dan penyebaran informasi kemampuan industri logam dalam negeri.

"Sebagai salah satu industri dasar, industri logam memiliki peranan besar dalam pembangunan dan perkembangan perekonomian nasional," ujar Menperin saat pembukaan acara Pameran Produk Logam tahun 2016 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Menurut Menperin, produk logam dasar merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lainnya, diantaranya, industri permesinan dan peralatan pabrik, otomotif, maritim dan elektronika.

Menperin menuturkan, selain menjadi bahan baku beberapa sektor industri strategis, industri logam juga menjadi komponen utama pembangunan sektor ekonomi lainnya.

"Produk logam merupakan komponen utama dalam pembangunan sektor ekonomi lainnya, yaitu sektor konstruksi secara luas yang meliputi bangunan dan properti, jalan dan jembatan, ketenagalistrikan," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenperin menunjukan bahwa pertumbuhan industri logam pada 2015 mencapai 6,48 persen, lebih baik dari 2014 yang hanya tumbuh 6,05 persen, namun masih lebih rendah dari 2013 yang mencapai 11,63 persen.

"Pertumbuhan disebabkan oleh tingkat pertumbuhan sektor konstruksi yang rata-rata tumbuh mencapai 6,81 persen serta nilai investasi yang mencapai Rp 33,8 triliun dalam periode 2 (dua) tahun terakhir," jelas Menperin.


EditorAprillia Ika
Close Ads X