Selasa, 28 Maret 2017

Ekonomi

Mau Tak Mau, "Digital Banking" Akan Kuasai Perbankan

Rabu, 2 November 2016 | 19:29 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.com R. Andi Kartiko Utomo, Head of E-banking & Non Traditional Channel, PT Bank QNB Indonesia Tbk ketika berbincang dengan media di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemajuan dan inovasi teknologi yang pesat dan beragam turut memengaruhi industri perbankan.

Untuk tetap dapat memberikan pelayanan dan produk terbaik kepada nasabah, perbankan harus inovatif dalam menciptakan produk dan layanan sejalan dengan majunya teknologi.

R Andi Kartiko Utomo, Head of E-banking & Non Traditional Channel PT Bank QNB Indonesia Tbk, menyatakan, perkembangan dunia digital di Indonesia sangat pesat.

Pada tahun 2015 saja, sekira 43 persen warga Indonesia sudah memiliki akses kepada ponsel pintar alias smartphone.

"70 sampai 80 persen sudah terhubung dengan hal-hal yang berhubungan dengan digital," kata Andi ketika berbincang dengan wartawan di kantornya di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Menurut Andi, dengan fakta tersebut, maka preferensi nasabah akan produk dan layanan perbankan kini tidak lagi terpaku pada kehadiran kantor cabang.

Memanfaatkan majunya teknologi, nasabah kini lebih menyukai apabila layanan dan produk perbankan terintegrasi dengan dunia digital.

Oleh sebab itu, perbankan harus mengembangkan digital banking. Tak hanya memudahkan nasabah, digital banking juga akan memberikan keuntungan pula bagi perbankan, salah satunya dalam hal efisiensi.

Pasalnya, kata Andi, membuka dan mengoperasikan kantor cabang membutuhkan biaya yang besar.

Selain itu, jangkauan kantor cabang pun cenderung terbatas dan kini semakin ditinggalkan pula oleh nasabah.

"Akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka, digital banking akan menguasai," tutur Andi.

Menurut dia, dalam mengembangkan digital banking, QNB Indonesia mengedepankan 3 S, yakni secure (keamanan), simple (layanan harus sederhana dan tak bertele-tele), serta swift (layanan harus cepat).

Dengan prinsip tersebut, digital banking dapat melayani kebutuhan nasabah dengan baik. Meskipun demikian, sejalan dengan perkembangan digital banking, kantor dan sumber daya manusia tetap dibutuhkan.

Akan tetapi, perannya sedikit mengalami pergeseran. "Kantor itu hanya untuk meeting point (tempat bertemu) dan menjalin relasi antara perbankan dengan nasabah. Customer service juga pastinya dibutuhkan," ungkap Andi.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : M Fajar Marta