Membaik, Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III 2016 1,8 Persen dari PDB - Kompas.com

Membaik, Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III 2016 1,8 Persen dari PDB

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 11/11/2016, 14:19 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.com Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS – Bank Indonesia (BI) melaporkan, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) turun menjadi 1,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau 4,5 miliar dollar AS pada kuartal III 2016.

Angka ini membaik dibandingkan 2,2 persen dari PDB atau 5 miliar dollar AS pada kuartal II 2016.

“Penurunan defisit transaksi berjalan didorong oleh perbaikan neraca perdagangan barang dan jasa,” kata Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowati di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Menurut Hendy, penurunan defisit transaksi berjalan tersebut ditopang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan meningkatnya harga ekspor komoditas primer dan menurunnya impor nonmigas, serta menyempitnya defisit neraca perdagangan migas seiring dengan meningkatnya ekspor gas.

Selain itu, defisit neraca jasa juga menurun terutama karena surplus neraca jasa perjalanan yang meningkat pada triwulan laporan.

Adapun surplus neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III 2016 tercatat sebesar 5,5 miliar dollar AS. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan surplus pada kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 2,2 miliar dollar AS.

Surplus transaksi modal dan finansial terus meningkat, didukung oleh sentimen positif terhadap prospek perekonomian domestik dan meredanya risiko global.

Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal III 2016 mencapai 9,4 miliar dollar AS, lebih besar dibandingkan dengan surplus pada kuartal II 2016 sebesar 7,6 miliar dollar AS maupun surplus pada kuartal I 2016 sebesar 4,4 miliar dollar AS.

Peningkatan ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal investasi langsung yang meningkat signifikan menjadi 5,2 miliar dollar AS, dipengaruhi oleh netto penarikan utang korporasi antar-afiliasi pada kuartal III 2016 setelah pada triwulan sebelumnya mencatat netto pembayaran utang.

Di samping itu, meski menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, surplus investasi portofolio masih tercatat dalam jumlah yang besar, didukung oleh sentimen positif terkait implementasi Undang-Undang Pengampunan Pajak yang berjalan dengan baik.

Surplus investasi portofolio terutama berasal dari pembelian SBN rupiah dan saham oleh investor asing yang meningkat serta net inflows dari penjualan surat utang asing oleh penduduk.

Selain itu, defisit investasi lainnya tercatat lebih rendah ditopang oleh neto penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan neto penarikan simpanan penduduk di luar negeri.

Perkembangan NPI tersebut pada gilirannya memperkuat cadangan devisa. Posisi cadangan devisa meningkat dari 109,8 miliar dollar AS pada akhir kuartal II 2016 menjadi 115,7 miliar dollar AS pada akhir kuartal III 2016.

Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,5 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X