Pariwisata Semarang Pesat, Sido Muncul Buka Hotel Bintang Empat - Kompas.com

Pariwisata Semarang Pesat, Sido Muncul Buka Hotel Bintang Empat

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 29/12/2016, 11:27 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kota Semarang dinilai masih sebagai pasar potensial untuk bisnis perhotelan di masa-masa mendatang.

Hal ini setidaknya ditandai dengan hadirnya satu lagi hotel berbintang di kota lumpia ini, yakni Hotel Chanti Semarang. 

Hotel ini milik "holding company" Sidomuncul.  Pabrikan jamu nasional ini belum genap satu dasawarsa umurnya, namun kini memperluas lini bisnisnya di bidang perhotelan dan restoran.

Hotel Chanti Semarang secara resmi dibuka pada Rabu (28/12/2016) malam oleh Gubernur Jawa Tengah (jateng) Ganjar Pranowo didampingi keluarga besar Sidomuncul, Desy Sulistio Hidayat, Irwan Hidayat dan David Hidayat selaku perwakilan dari Owner Hotel Chanti Semarang.

"Kami yakin Semarang ini akan makin ramai, setidaknya mulai dua tahun ke depan," kata Irwan Hidayat, mewakili keluarga PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Hotel Chanti yang berlokasi di Jalan Gajahmada Nomor 40 Semarang ini bahkan disebut oleh Direktur Sido Muncul ini sebagai ajang "pemanasan". 

Lantaran dalam waktu dekat, pihaknya juga akan segera meluncurkan hotel berbintang lima di kawasan yang sama, yakni Hotel Tentrem.

Sido Muncul meyakini bahwa pariwisata di Kota Semarang akan tumbuh pesat di masa-masa mendatang.

"Bahkan kami yakin Kota Semarang akan lebih ramai dibandingkan semua kota yang ada di Jawa Tengah, termasuk Solo dan Yogyakarta. Sebab aksesnya akan semakin mudah," katanya.

Ia beralasan para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta maupun Solo, dipastikan akan mampir ke Semarang karena akses jalannya sudah terhubung semua secara mudah.

Namun peluang ini harus ditangkap dan dibaca oleh semua pihak di Kota Semarang untuk mulai bersiap-siap menata diri.

"Banyak objek wisata disini yang menarik dan terus dibenahi, seperti kawasan Kota Lama. Harapan kami, hotel ini bisa memberikan sumbangan bagi pariwisata Semarang," tandasnya.

Kehadiran hotel baru di Semarang, menurutnya, akan memberikan keuntungan bagi para wisatawan atau tamu yang datang ke Semarang karena akan semakin banyak memberikan pilihan.

Hotel Chanti menawarkan sebanyak 106 kamar dengan tipe Deluxe, Premier, dan Junior Suite dengan berbagai fasilitas, seperti kolam renang semi outdoor, fitness center, spa hingga mini bar.

Hotel ini juga memiliki tempat karaoke keluarga hasil kerja sama dengan Rossa, salah satu Diva Indonesia.

Irwan optimistis dengan harga dan fasilitas yang ditawarkan, Hotel Chanti ini akan mampu bersaing dengan hotel-hotel lain.

"Karena fasilitasnya sekelas bintang empat, tapi harga yang ditawarkan hanya sekelas hotel bintang tiga," jelasnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui bahwa sektor pariwisata di Jawa Tengah mulai digenjot habis-habisan dengan membenahi berbagai destinasi wisata yang ada agar semakin menarik wisatawan.

Menurut Ganjar, yang dibutuhkan saat ini justru partisipasi publik, termasuk dari kalangan pengusaha khususnya dibidang perhotelan dan restoran.

"Pariwisata Jateng sekarang ini terus tumbuh, terutama wisatawan lokalnya," kata Ganjar.

Selain dukungan akomodasi dan kuliner, imbuhnya, sektor pariwisata di Jawa Tengah juga membutuhkan kreativitas-kreativitas dari para pekerja seni dan juga dukungan "event" yang dikemas secara menarik untuk menarik wisatawan datang berkunjung.

"Saya akui pertumbuhan di Semarang ini luar biasa, ada kawasan heritage Kota Lama, Sam Poo Kong dan sebagainya. Kehadiran Hotel Chanti ini semakin menyemarakkan pariwisata," pungkasnya.

Sister Hotel

Hotel Chanti Semarang merupakan "sister hotel" dari Hotel Tentrem Yogyakarta yang dikelola oleh Tentrem Hotel Management Indonesia (THMI).

Kata Chanti berasal dari bahasa Sansekerta yang juga dikenal dengan penulisan serta ejaan yang berbeda-beda seperti Shanti, Santhi atau Shanthi, tapi kata Chanti mengandung arti yang universal, yakni "kedamaian".

 

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X