Selasa, 28 Maret 2017

Ekonomi

Penjualan Lesu, Gaji dan Bonus CEO Apple Dipangkas

Senin, 9 Januari 2017 | 06:06 WIB
BBC Tim Cook

NEW YORK, KOMPAS.com – CEO raksasa teknologi Apple, Tim Cook, harus rela gaji dan bonus yang diterimanya berkurang untuk tahun fiskal 2016 lalu. Gaji dan bonusnya mencapai 8,75 juta dollar AS tahun lalu, lebih sedikit dibandingkan 10,3 juta dollar AS pada tahun 2015 silam.

Namun demikian, pendapatan yang diperoleh Cook dari penjualan saham meningkat secara dramatis. Dilaporkan BBC, Senin (9/1/2017), Cook memperoleh 136 juta dollar AS dari penjualan saham Apple.

Semua jajaran direksi Apple mengalami penurunan gaji dan bonus setelah raksasa teknologi tersebut melaporkan penjualan dan pendapatan yang lebih rendah pada periode kuartal III 2016.

Informasi mengenai gaji dan bonus jajaran direksi tersebut disertakan dalam laporan kepada regulator industri keuangan AS, Securities and Exchange Commission (SEC).

Cook menjabat CEO Apple sejak tahun 2011 lalu. Sebagai bagian dari kontraknya, Cook diberikan saham perusahaan yang dipimpinnya tersebut dan hanya bisa dijual pada waktu yang telah ditetapkan.

Dalam laporannya kepada SEC, Apple menyatakan telah membukukan kinerja keuangan yang kuat pada tahun 2016. Akan tetapi, dua pengukuran keuangan yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja eksekutif Apple di bawah program insentif perusahaan, yakni penjualan bersih dan pendapatan operasional, turun dibandingkan rekor pada tahun 2015.

“Hasil tersebut di bawah target kinerja yang telah ditetapkan Komite Kompensasi. Hasilnya, pembayaran insentif kepada jajaran direksi kami di bawah target,” tulis Apple dalam laporannya.

Pada tahun 2016 Apple melaporkan penjualan bersih mencapai 215,6 miliar dollar AS, turun 7 persen dibandingkan tahun 2015. Adapun pendapatan operasional mencapai 60 miliar dollar AS, turun 15,7 persen dibandingkan tahun 2015. Gaji pokok Cook mencapai 3 juta dollar AS.

Sementara itu, gaji pokok tahunan untuk jajaran direksi lainnya mencapai 1 juta dollar AS.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber: BBC News,
TAG: