Apakah Reksa Dana Saham Membagikan Dividen? - Kompas.com

Apakah Reksa Dana Saham Membagikan Dividen?

Rudiyanto Zh
Kompas.com - 13/02/2017, 13:30 WIB
KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi

KOMPAS.com - Salah satu bentuk keuntungan dari investasi di saham adalah adanya pembagian keuntungan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham. Sebagaimana diketahui, reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang berinvestasi di instrumen saham. Apakah reksa dana saham juga membagikan dividen ?

Dalam laporan rugi laba perusahaan, dividen adalah porsi keuntungan setelah pajak yang dibagikan kepada pemegang sahamnya. Besarnya porsi pembagian ditentukan berdasarkan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dalam RUPS, pemegang saham akan menentukan berapa besar porsi dari keuntungan yang akan digunakan untuk operasional dan ekspansi perusahaan. Apabila masih ada sisa, baru dibagikan kepada pemegang saham. Ada juga perusahaan yang memiliki kebijakan untuk membagikan dividen setiap tahun apabila ada keuntungan.

Besarnya dividen amat bervariasi. Biasanya perusahaan yang rajin membagikan dividen adalah perusahaan BUMN dan perusahaan swasta lainnya yang memiliki kinerja bisnis yang baik. Sebab tentu harus ada keuntungan yang dibukukan dulu sebelum bisa membagikan dividenkepada pemegang sahamnya.

Reksa dana saham yang berinvestasi pada suatu perusahaan juga bisa dikategorikan sebagai pemegang saham. Apabila perusahaan tersebut membagikan dividen, maka reksa dana saham juga akan mendapatkannya.

Kemudian sebagai investor yang berinvestasi pada reksa dana, maka secara tidak langsung kita juga mendapatkan dividen perusahaan. Namun pada prakteknya, bisa dikatakan tidak ada reksa dana saham yang membagikan dividen tersebut kepada pemegang unit penyertaannya.

Mengapa bisa demikian? Hal ini karena manajer investasi memiliki kebijakan untuk melakukan reinvestasi pada semua bentuk pendapatan yang diterima seperti bunga deposito, kupon obligasi dan tentunya dividen saham.

Yang dimaksud dengan reinvestasi adalah ketika reksa dana saham menerima dividen, maka nilai uang deviden tersebut akan digunakan lagi untuk berinvestasi pada saham yang baru atau menambah saham yang sudah ada. Hal ini akan menambah Nilai Aktiva Bersih atau NAB reksa dana.

Dengan demikian ketika terjadi pembagian dividen, dengan asumsi harga saham tetap, harga reksa dana bisa mengalami kenaikan karena mendapatkan pendapatan dalam bentuk dividen.

Mengapa manajer investasi tidak mau membayarkan saja deviden tersebut kepada investor reksa dananya? Ada 2 pertimbangan yaitu jadwal dividen saham dan efektivitas pengelolaan.

Berdasarkan peraturan OJK, reksa dana wajib melakukan diversifikasi dengan maksimal penempatan pada satu perusahaan sebesar 10 persen. Dengan ketentuan tersebut, biasanya suatu reksa dana saham memiliki antara 25-30 bahkan bisa 60-80 saham tergantung ukuran reksa dananya.

Tidak semua saham membagikan dividen dan kalaupun membagikan jadwalnya tidak sama. Dengan demikian ketika ada pembagian dividen dari 1 perusahaan, nilai deviden tersebut mungkin cuma nol koma nol sekian persen dari NAB reksa dana.

Dengan demikian ketika dibayarkan kepada investor, nilainya amat kecil. Lain ceritanya jika seluruh saham membagikan dividen dalam waktu yang sama, nilainya mungkin bisa mencapai cukup signifikan bagi investor. Sebagai informasi, besaran dividen yield (deviden dibagi dengan harga saham sebelum pembagian) yang umum adalah antara 2-3 persen.

Dari sisi efektivitas, adalah lebih mudah bagi manajer investasi untuk menggunakan pendapatan dividen tersebut untuk diinvestasikan kembali (reinvestasi). Dengan reinvestasi, manajer investasi bisa mendapatkan jumlah saham yang lebih banyak sehingga jika harganya naik bisa memberikan keuntungan bagi reksa dana.

Perlu dipahami juga bahwa meskipun mendapatkan deviden, apabila pada hari menerima deviden tersebut harga saham turun dengan persentase yang lebih besar, pertumbuhan harga reksa dana tetap bisa negatif.

Dalam upaya mengelola reksa dana untuk memberikan hasil yang investasi yang baik dalam jangka panjang, manajer investasi umumnya lebih mengandalkan kenaikan harga dibandingkan deviden saham.

Kebijakan manajer investasi untuk melakukan reinvestasi atas pendapatan deviden yang diterima bisa dibaca dalam kebijakan investasi yang tercantum dalam prospektus. Dan berdasarkan pengetahuan saya, seluruh reksa dana saham di Indonesia memiliki kebijakan yang sama terkait deviden yang diterima .

Untuk itu, bagi investor reksa dana saham, fokusnya adalah pada persentase kenaikan harga atau Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB per UP) daripada reksa dana. Yang diharapkan tentu saja adalah persentase kenaikan tersebut bisa mengalahkan inflasi dan bunga deposito dalam jangka panjang.

Apabila memang ingin mendapatkan keuntungan seperti halnya deviden saham, maka bisa dibuat rencana investasi dengan melakukan profit taking setiap ada kenaikan hingga persentase tertentu seperti 3 persen atau 5 persen. Profit taking dapat dilakukan dengan cara mengalihkan keuntungan tersebut ke reksa dana pasar uang.

Bagi investor yang menginginkan reksa dana yang ada pembagian hasil secara berkala, bisa memilih reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang atau reksa dana terproteksi yang memiliki kebijakan pembagian keuntungan. Sama seperti saham, keuntungan reksa dana yang dibagikan juga disebut dengan dividen.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X