Kamis, 30 Maret 2017

Ekonomi

Ini Alasan Orang Membeli Rumah di Indonesia

Selasa, 14 Februari 2017 | 21:09 WIB
www.shutterstock.com Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pencari rumah di Indonesia masih sangat besar saat ini. Berdasarkan survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2016, ternyata 98 persen dari konsumen properti di Indonesia menempatkan lokasi sebagai faktor penting dalam pemilihan hunian.

Property Affordability Sentiment Index 2016 merupakan survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga riset Intuit Research dari Singapura dengan total 1.030 responden dari seluruh Indonesia. Survei ini berlangsung selama November-Desember 2016

Dalam survei tersebut, para pencari properti di Indonesia juga menganggap keamanan lingkungan juga sebagai salah satu faktor penting dalam mempertimbangkan pembelian hunian.

Wasudewan, Country Manager Rumah.com mengatakan, dengan kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial, informasi adanya aksi kriminal di berbagai wilayah di Indonesia dapat tersebar dengan cepat.

"Dan jika aksi kriminal sering terjadi di wilayah tertentu, maka hal ini bisa membuat calon pembeli akan mengurungkan niatnya untuk membeli properti di wilayah tersebut,” jelas Wasudewan melalui rilis, Selasa (14/2/2017).

Wasudewan menambahkan, pemerintah daerah (Pemda) dan kepolisian di berbagai wilayah di Indonesia juga berusaha keras untuk menekan angka kriminalitas di wilayahnya.

Sebagai contoh adalah wilayah Depok. Meski laporan aksi kriminalitas sepanjang tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Polresta Depok segera merespon dengan meluncurkan aplikasi Panic Button dan Halo Polisi yang beroperasi di smartphone berbasis Android.

Pada 2015, Polresta Depok memperoleh 3.068 laporan kriminalitas, dan sebanyak 3.637 laporan pada 2016.

Strategi yang dilakukan Polresta Depok ini tentu bisa menambah keyakinan masyarakat terhadap keamanan di wilayah tersebut.

"Dengan keunggulan lain, seperti akses menuju transportasi publik yang memadai serta infrastruktur yang terus berkembang, Depok selalu berada dalam 10 Lokasi Favorit Pencari Properti di Rumah.com sepanjang tahun lalu,” ujarnya.

Selain Depok, wilayah Bogor dan Bandung juga mengalami hal serupa, yakni menempati posisi pertama dan kedua dalam jumlah kasus kriminalitas di Jawa Barat selama 2016.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2016 juga mencatat akses menuju transportasi publik sebagai faktor penting ketiga bagi para pencari properti di Indonesia dengan persentase sebesar 81 persen.

“Waktu tempuh adalah faktor utama, karena mempertimbangkan lalu lintas yang macet dan ketidakpastian di jalan raya. Perumahan yang berada dekat stasiun commuter line paling diburu oleh pencari properti,” tambah Wasudewan.

Berikut 10 faktor utama yang menjadi pertimbangan pencari properti dalam memilih hunian:

1. Lokasi  (98 persen)

2. lingkungan  (87 persen)

3. Akses menuju transportasi publik    (81 persen)

4. Infrastruktur dan fasilitas sekitar    (77 persen)

5. Harga per meter persegi    (72 persen)

6. Luas bangunan    (71 persen)

7. Desain dan konstruksi    (64 persen)

8. Fasilitas dalam lingkungan properti    (63 persen)

9. Rencana pengembangan area    (57 persen)

10. Kesiapan untuk ditempati    (56 persen)

Rumah.com

Untuk membantu para pencari properti menemukan rumah yang tepat, Rumah.com saat ini menyediakan pilihan perumahan baru terlengkap dari seluruh Indonesia yang bisa diakses via www.rumah.com/perumahan-baru.

Pencari properti juga bisa mengetahui waktu tempuh secara akurat, fasilitas terdekat, dan analisis lokasi yang mendalam melalui Review Properti yang bisa diakses melalui www.rumah.com/Review.

Editor : Aprillia Ika
TAG: