Senin, 27 Maret 2017

Ekonomi

Bank Syariah Mandiri Targetkan Penjualan Sukuk Ritel Rp 750 Miliar

Kamis, 16 Februari 2017 | 18:08 WIB
KONTAN/BAIHAKI Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Mandiri menargetkan penjualan Sukuk Negara Ritel (SR)-009 mencapai Rp 750 miliar. Perseroan membidik investor dari kalangan ibu rumah tangga dan pegawai swasta.

SR-009 adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) berupa investasi sukuk yang ditujukan bagi investor WNI perseorangan. SR-009 diterbitkan dalam mata uang rupiah dan dipasarkan melalui agen penjual yang telah ditunjuk pemerintah.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI telah menunjuk 22 agen penjual, termasuk Bank Syariah Mandiri.

“Kami memperoleh kepercayaan pemerintah sebagai agen penjual Sukuk Ritel sejak pertama kali terbit yaitu dari seri SR-001 hingga seri SR-009,” kata Edwin Dwidjajanto, Direktur Distribution and Services BSM dalam pernyataan resmi, Kamis (16/2/2017).

SR-009 mulai dipasarkan 27 Februari hingga 17 Maret 2017. Adapun tenornya tiga tahun yakni 22 Maret 2017 hingga 10 Maret 2020. SR-009 memiliki nilai nominal per unit Rp 1 juta, minimal investasi per peserta adalah Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar.

Pemerintah belum mengumumkan secara resmi berapa kupon pada SR-009 ini. Berdasarkan data historis, mayoritas investor Sukuk Ritel di BSM adalah ibu rumah tangga dan pegawai swasta.

“Kami telah memetakan customer base potensial dan melakukan sosialisasi internal eksternal di berbagai media sebagai strategi pemasaran SR-009,” ujar Edwin.

Ia menyatakan, SR-009 dapat menjadi recruiter product dalam meningkatkan jumlah nasabah baru. Penambahan nasabah baru akan memberi dampak rentetan atau multiplier effect terhadap penjualan produk BSM lainnya.

"Investor dapat menjual SR-009 di pasar sekunder setelah meng-hold minimal satu periode kupon yakni 22 Maret 2017 sampai dengan 10 April 2017. Sebagai agen penjual kami siap jadi stand-by buyer di pasar sekunder," tutur Edwin.

Ia menjelaskan, setiap tahunnya tren investor yang membeli Sukuk Negara Ritel di BSM mengalami peningkatan. Instrumen investasi jenis ini, imbuh Edwin, mudah prosesnya, terjangkau, berprospek bagus, dan sangat aman karena dijamin oleh pemerintah.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : M Fajar Marta
TAG: