Pengawasan Bikin Industri Perbankan Lebih Sehat - Kompas.com

Pengawasan Bikin Industri Perbankan Lebih Sehat

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 21/02/2017, 15:35 WIB
KONTAN Otoritas Jasa Keuangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) merupakan otoritas yang mengatur dan mengawasi industri perbankan di Tanah Air. Meskipun demikian, apakah pengawasan yang dilakukan OJK selama lima tahun terakhir terasa dampaknya bagi perbankan?

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna menyebut, OJK dinilai mampu menjaga stabilitas perbankan meskipun saat ini terjadi perlambatan ekonomi global. Kondisi ini dipandang berbeda saat masa krisis 1998 dan 2008.

" OJK konsisten mengawasi memonitor risiko-risiko, mendorong perbankan selalu disiplin dalam menerapkan prinsip kehati-hatian. Mulai dari perizinan penerbitan produk hingga menjaga rasio kredit bermasalah (NPL)," jelas Paulus dalam pernyataan resminya, Selasa (21/2/2017).

Paulus menilai, kedisiplinan membuat kondisi perbankan lebih sehat. Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan pun meningkat karena perbankan diminta terus menerapkan prinsip kehati-hatian.

Paulus pun mengungkapkan, perkembangan bisnis DBS Indonesia terjadi karena kedisiplinan pula. Komunikasi terbuka yang dilakukan perseroan dengan regulator membuat industri keuangan lebih mudah mengembangkan bisnisnya.

Perkembangan bisnis DBS Indonesia pun tumbuh dengan baik. Pada tahun 2016, DBS Indonesia berhasil mencatatkan kinerja yang cemerlang baik dari sisi pendapatan.

"Kehadiran OJK sangat membantu industri keuangan terbukti perbankan kita walaupun ada krisis dan perlambatan ekonomi perbankan tetap kuat. Dari sisi DBS sendiri sangat bantu sekali karena komunikasi juga sangat terbuka," ungkap Paulus.

Kompas TV Upaya Bank Indonesia untuk menekan bunga kredit perbankan melalui kebijakan 7 days repo rate, nyatanya belum direspon oleh industri perbankan. Pelan tapi pasti, suku bunga kredit perbankan kini justru bergerak naik. Kenaikan suku bunga kredit Januari 2017 merupakan buntut dari kenaikan bunga simpanan tenor 1 dan 24 bulan. Sudah tersambung via Skype, Kepala Analis Infovesta Utama, Edbert Suryajaya, untuk membaca tren suku bunga ini.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X